BORONG, FLORESPOS.net-Tim kesehatan (Nakes) Puskesmas Weleng, Kecamatan Lambaleda Utara (Laut) Kabupaten Manggarai Timur dan para relawan dari Balai Kekaratiaan Kesehatan (BKK) Kelas I Kupang telah menyasar ke beberapa kampung terpencil selama masa tanggap darurat bencana gempa tektonik yang mengguncang Flores dalam 14 hari terakhir.
Selama tenggang waktu itu, tim Nakes Weleng dan tim BKK telah melayani 1.300 penyintas gempa di pedalaman Manggarai Timur, dan dua penyintas di antaranya dirujuk ke RS Borong dengan menggunakan mobil ambulance milik BKK Kelas I Kupang.
Ada pun tim nakes yang melayani selama masa tanggap darurat itu yakni puluhan tenaga kesehatan Puskesmas Weleng, tim BKK Kupang, BKK Makassar, dan Tim Tanggap Darurat Pusat Krisis Jakarta.
Sangat Terisolir
Informasi yang diterima media ini menyebutkan puluhan nakes dan relawan kesehatan yang bertugas selama masa tanggap darurat melayani sejumlah posko penyintas di seluruh wilayah kerja Puskesmas Weleng yang meliputi tiga desa yakni Desa Nampar Tabang, Desa Liang Deruk, dan Desa Golo Munga Barat.
Dari belasan anak kampung posko yang dilayani para nakes ada dua anak kampung yang masuk dalam kategori sangat terisolasi yakni Kampung Kawak dan Kampung Mengge.
Untuk menjangkau dua kampung ini, para nakes Puskesmas Weleng dan para relawan terpaksa berjalan kaki, naik turun gunung, dan bahkan ada anak kampung yang harus melewati kali yang sangat berisiko.
Meskipun kondisi medan sangat sulit, namun para petugas kesehatan termasuk tiga relawan kesehatan BKK Kupang yakni Ibu Detty Selju, Denny Ndun, dan Wellem Riwu yang selalu setiap melayani pasien dengan ikhlas hati.
Untuk memudahkan pelayanan di wilayah terpencil ini, BKK Kupang juga mengirim satu unit mobil ambulance ke Puskesmas Weleng.
Pelepasan Secara Adat
Setelah melakukan pelayanan selama 14 hari di Puskesmas Weleng, akhirnya para relawan mengakhiri misi tugas kemanusiaan di Puskesmas Weleng pada Jumat (4/9/2026).
Misi kemanusiaan berakhir, karena tim relawan yang sama akan kembali ke kantor masing-masing untuk melanjutkan tugas pengabdian di instansi masing-masing.
Pihak Puskesmas Weleng di bawah koordinasi Kepala Puskesmas Andreas Sango Ate menggelar acara pelepasan secara adat dengan para relawan nakes. Acara pelepasan secara adat dipimpin salah seorang tetua adat.
Terima Kasih
Pihak Puskesmas Weleng di bawah koordinasi Kepala Puskesmas Andreas Sango Ate menyampaikan terima kasih kepada para nakes dan relawan kesehatan yang dengan total melayani dan mengabdi di wilayah-wilayah terpencil, khususnya di posko-posko penyintas gempa tektonik di pedalaman Manggarai Timur.
“Kami menyampaikan terima kasih atas totalitas pelayanan kesehatan dan pengabdian kepada warga terdampak gempa di wilayah kerja Puskesmas Weleng,” kata Kapus Weleng Andreas Sango Ate.*
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










