ENDE, FLORESPOS.net-Dalam rentang bulan Januari- Juli 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Provinsi NTT menemukan puluhan kasus HIV/AIDS baru.
Data yang diperoleh Florespos.net dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ende menyebutkan di tahun 2026 sebanyak 27 orang warga Ende positif mengidap HIV/AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Fransiska Nusa Numba Ero melalui Kepala Bidang P2P, Agustina P. Tondong kepada Florespos.net, Selasa (21/7/2026) pagi mengatakan data secara keseluruhan sejak tahun 2012 sebanyak 252 warga Ende positif HIV/AIDS.
Pada tahun 2025 lalu sebanyak 60 orang positif HIV/AIDS, sementara di tahun 2026, ada 27 kasus baru.
Agustina mengatakan data kasus baru tersebut adalah laporan dari puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Ende.
“Rentang waktu Januari- Juli 2026 terdapat kasus baru yaitu 27 orang positif HIV/AIDS. Data ini laporan hasil pemeriksaan dari puskesmas dan rumah sakit,” katanya.
Agustina juga mengatakan dari jumlah pengidap HIV/AIDS atau ODHA tersebut rata – rata usia produktif dan banyak dari laki- laki.
Menariknya berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan warga yang positif HIV/AIDS tidak memiliki riwayat merantau dan bukan dari kelompok rentan seperti PSK dan waria.
“Paling banyak laki-laki dan bukan berasal dari kelompok rentan atau resiko seperti PSK dan Waria. Mereka juga tidak punya riwayat merantau. Artinya kasus HIV/AIDS yang terjadi di Ende bukan kasus impor tetapi sudah ada di Ende”.
Sejauh ini Dinas Kesehatan melakukan upaya penanganan dengan terus memantau perkembangan ODHA dan distribusi obat kepada mereka.
Untuk melakukan pencegahan saat ini di setiap puskemas telah melakukan skrining kepada ibu hamil untuk mendeteksi virus ini sejak dini.
Dinas Kesehatan melalui puskemas dan instansi terkait lainnya mengimbau bahwa HIV/AIDS adalah fenomena gunung es maka warga diharapkan melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
HIV/AIDS penyakit dengan penularan terbatas tetapi sekali tertular menderita seumur hidup.
Jumlah kasus setiap tahun terus meningkat namun di Kabupaten Ende tidak memiliki Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dulu ada di Ende. Perannya adalah mengoordinasikan, merumuskan kebijakan, mengelola program pencegahan serta penanggulangan yang bertujuan mengurangi penularan.
KPA Ende saat itu juga berkolaborasi dengan warga membentuk mitra dengan nama Warga Peduli AIDS (WPA. Melalui wadah ini KPA memberikan edukasi kepada warga terkait bahaya dari HIV dan AIDS.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










