Masyarakat Watumite dan Romarea masih menunggu pengerjaan berikutnya. Mereka berharap jalan tersebut dapat terus diperbaiki dan dilanjutkan hingga benar-benar membuka akses yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
Sebab, jalan bukan hanya soal perjalanan dari satu desa ke desa lain. Jalan menentukan seberapa mudah seseorang membawa hasil kebun ke pasar, mengakses sekolah, mendapatkan pelayanan kesehatan, mengurus administrasi, atau berhubungan dengan wilayah lain. Jalan memperpendek jarak.
Kemajuan yang Tidak Boleh Menjadi Cerita Basi
Kini, ketika listrik, jalan, dan jaringan telekomunikasi perlahan hadir, pertanyaan tiga pemuda pada malam itu terasa semakin relevan. Listrik, jalan, dan internet bukanlah tujuan akhir pembangunan. Ketiganya merupakan infrastruktur dasar yang dapat membuka peluang bagi peningkatan kualitas hidup dan pengembangan sumber daya manusia.
Listrik memungkinkan aktivitas ekonomi dan pendidikan berkembang. Jalan membuka akses terhadap pasar, pelayanan publik, dan mobilitas masyarakat. Internet membuka pintu informasi, pendidikan, komunikasi, serta ruang promosi bagi potensi lokal. Ketiganya saling melengkapi.
Karena itu, perdebatan tentang mana yang harus lebih dahulu hadir sebenarnya tidak perlu dimenangkan oleh salah satu pihak. Desa membutuhkan ketiganya. Yang dibutuhkan adalah pembangunan yang berkesinambungan sehingga sebuah kemajuan tidak berhenti sebagai proyek yang selesai di satu titik, sementara masyarakat di titik lain masih menunggu.
Harapan akan kemajuan adalah harapan setiap orang yang hidup bersama dalam satu wilayah. Ketika desa di sebelah sudah menikmati jalan yang baik, masyarakat tentu bertanya, “mengapa di tempat kami belum?” Ketika rumah-rumah di tempat lain sudah diterangi listrik, masyarakat bertanya, “kapan rumah kami mendapat giliran?”
Ketika anak-anak di wilayah lain dapat belajar dengan internet yang lancar, orang tua di desa pun tentu berharap anak-anak mereka mendapatkan kesempatan yang sama.
Pertanyaan-pertanyaan itu bukan bentuk ketidakpuasan semata. Ia adalah suara dari keinginan untuk hidup dalam keadaan yang lebih baik.
Ujung Desa, Ujung Harapan
Desa Ondorea Barat, Tenda-Ondo, Watumite, dan Romarea, berada di kawasan perbatasan Kabupaten Ende dan Kabupaten Nagekeo. Di sisi lain terdapat Desa Natatute, yang secara administratif berada di Kabupaten Nagekeo.
Letak geografis tersebut semestinya tidak membuat wilayah-wilayah di perbatasan menjadi halaman belakang pembangunan. Justru kawasan perbatasan antarkabupaten dapat menjadi wajah yang memperlihatkan sejauh mana pembangunan hadir secara merata.
Ia menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat dari wilayah administratif yang berbeda, tetapi memiliki kebutuhan hidup yang hampir sama: jalan yang layak, listrik yang memadai, jaringan komunikasi yang baik, pendidikan yang berkualitas, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal. Karena itu, pembangunan di wilayah perbatasan bukan hanya tentang membangun infrastruktur.
Ia juga tentang menghadirkan rasa bahwa masyarakat di ujung wilayah tetap diperhitungkan.










