PGRI Sikka Kecam Perlakuan Staf Kantor Kemenag Sikka yang Lontarkan Perkataan Monyet Kepada Guru Agama - FloresPos Net

PGRI Sikka Kecam Perlakuan Staf Kantor Kemenag Sikka yang Lontarkan Perkataan Monyet Kepada Guru Agama

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Organisasi Profesi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sikka mengecam pernyatan rasis dan juga bullying yang dilakukan terhadap seorang guru agama Katolik di Kabupaten Sikka.

PGRI Kabupaten Sikka menegaskan tindakan ini tidak sepatutnya dilakukan oleh staf Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sikka dan mendukung penuh upaya hukum yang ditempuh oknum guru tersebut.

“Apa yang dialami pak Marselinus Atapukan sangat disesalkan.Kami punya semangat dimana satu guru yang tersakiti semua guru di Kabupaten Sikka juga tersakiti,” sebut Fransesco Losi, Ketua Pelaksana I PGRI Kabupaten Sikka saat konferensi pers, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga :  Fraksi NasDem Minta Pemda Sikka Manfaatkan Sumber Air Secara Optimal

Fransesco menyebutkan, pihaknya mengecam keras atas perlakukan tidak senonoh yang dilakukan Kepala Seksi Pendidikan Katolik beserta staf di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sikka.

Ia menyebutkan, pihaknya sangat tidak setuju dan sebagai organisasi PGRI dan selaku Ketua Ikatan Guru Sertifikasi (TAKSI) Kabupaten Sikka pihaknya telah berkoordinasi dengan PGRI Provinsi NTT.

“Kami sedang koordinasi dengan PGRI Provinsi NTT dan PGRI menyatakan mendukung penuh proses hukum yang ditempuh guru Marselinus Atapukan,” ujarnya.

Fransesco menambahkan, pihaknya juga akan memintai pertanggungjawaban staf bernama Pardi di Kantor Kemenag Sikka yang menyebutkan guru dengan kata monyet.

Baca Juga :  Derita Panjang Warga Lima Desa di Lamba Leda Selatan

Pertanggungjawaban oknum bernama Pardi tersebut akan disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Kabupaten Sikka karena staf bernama Pardi tersebut mengatakan siap bertanggungjawab.

“Kami sudah minta untuk RDP dengan DPRD Sikka dan kami diminta melampirkan kronologi ceritanya.Kami mengecam keras perbuatan tidak senonoh ini, Ini bukan hanya soal rasis tapi juga bullyng,” tegasnya.

Fransesco mengecam dan menyayangkan tindak yang dilakukan staf Kantor Kemenag Sikka sebab seharusnya kantor tersebut menjadi garda terdepan suara etika dan moral.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Setelah Soekarno Cup, PBVSI Ende Gelar Turnamen Voli Antar Pelajar Sedaratan Flores-Lembata
Sukses Gelar Soekarno Cup 1, Yosef Badeoda: Ini Akan Jadi Ajang Rutin dari PDI Perjuangan
Dorong Swasembada Pangan, Pemda Nagekeo Monitoring Cetak Lahan Desa Langedhawe
Wabup Gonzalo Buka Kemah Baksos Hilpelmas Kupang di Desa Waekokak
Final Soekarno Cup GP VBC Vs Lintas Lio, Antara Sahabat dan Lawan
Fista Resmikan PAUD Tunas Bangsa di Desa Bura Bekor, Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini
Sambut HUT RI ke-81, Disarpus Sikka Gelar Lomba Bertutur Guna Perkuat Literasi Generasi Muda
Aktivis di Ende Sebut Hukum Hanya Tajam di Jakarta Tetapi Tumpul di Daerah
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:37 WITA

Setelah Soekarno Cup, PBVSI Ende Gelar Turnamen Voli Antar Pelajar Sedaratan Flores-Lembata

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Sukses Gelar Soekarno Cup 1, Yosef Badeoda: Ini Akan Jadi Ajang Rutin dari PDI Perjuangan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:18 WITA

Dorong Swasembada Pangan, Pemda Nagekeo Monitoring Cetak Lahan Desa Langedhawe

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Wabup Gonzalo Buka Kemah Baksos Hilpelmas Kupang di Desa Waekokak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:34 WITA

Fista Resmikan PAUD Tunas Bangsa di Desa Bura Bekor, Dorong Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Kebanggaan Kota Ende

Sabtu, 8 Agu 2026 - 10:53 WITA