Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3) - FloresPos Net

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 17:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) NTT mengatakan,perayaan satu tahun Hari Keadilan Ekologi di tahun 2026 ini memiliki tujuan yang jelas, yaitu memperkenalkan Hari Keadilan Ekologis Nasional secara lebih luas kepada publik.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI NTT Yuvensius Stefanus Nonga dalam rilisnya, Senin (20/9/2026) mengatakan, selama setahun terakhir, hari ini masih bergema terutama di kalangan gerakan lingkungan dan masyarakat sipil.

“Kini saatnya keadilan ekologis menjadi bahasa bersama, dikenal oleh pembuat kebijakan, media, dunia pendidikan, pelaku usaha dan terutama oleh generasi muda yang akan mewarisi konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil hari ini,” ucapnya.

Baca Juga :  WALHI NTT Tegaskan Krisis Iklim Bukan Sekadar Persoalan Lingkungan, Tetapi Juga Persoalan Relasi Kuasa

Yuven menyebutkan, sebagai bagian dari momentum ini, Eco Justice Fest hadir sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan, pengalaman dan perspektif mengenai masa depan keadilan ekologis di Indonesia.

Ini dilakukan dengan mendorong pembacaan yang lebih kritis terhadap relasi antara negara, pasar, masyarakat dan alam, sekaligus membuka diskusi mengenai kemungkinan memperkuat keadilan antargenerasi dan pengakuan hak alam dalam sistem hukum Indonesia.

Ia menyebutkan, salah satu rangkaiannya, Eco Justice Forum, akan membedah bagaimana TAP MPR IX/2001 dapat menjadi navigator bagi Undang-Undang HAM, Undang-Undang Kehutanan, RUU Masyarakat Adat, RUU Reforma Agraria dan RUU Iklim, guna memastikan semangat pembaruan agraria dan pengelolaan sumber daya alam yang adil, bukan hanya bagi manusia tetapi juga bagi alam.

Baca Juga :  Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Unit K9 Lakukan Sterilisasi di Pusat Perbelanjaan Kota Kupang

“Gagasan Rights of Nature menjadi penting untuk menjawab satu pertanyaan mendasar: bagaimana memastikan hukum dan kebijakan negara tidak hanya melindungi manusia dari kerusakan lingkungan, tetapi juga menjamin hak alam untuk tetap hidup dan hak generasi mendatang atas ruang hidup yang layak,” ungkapnya.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

‘Hidup Tak Ada Ujung’, Alumni SPP dan SPMA St Isidorus Boawae Temu Kangen di Ende
Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik
Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi
DLH Ende Bersihkan Drainase yang Mampet Akibat Tumpukan Sampah, Ini Imbauan ke Warga
Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung
DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 19:27 WITA

‘Hidup Tak Ada Ujung’, Alumni SPP dan SPMA St Isidorus Boawae Temu Kangen di Ende

Jumat, 6 November 2026 - 18:46 WITA

Ombudsman NTT Sarankan Perangkat Daerah Segera Benahi Standar Pelayanan Publik

Jumat, 6 November 2026 - 17:35 WITA

Bupati Raymundus Lantik 11 Pejabat Eselon II, 6 Jabatan Belum Terisi

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Keadilan Kesehatan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 10:26 WITA