Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung - FloresPos Net

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Manggarai Barat, Sofiandi

Kepala DKPP Manggarai Barat, Sofiandi

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Sisa beras cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 yakni 44 kilogram (kg), lainnya tercecer dan dimakan burung di gudang di Labuan Bajo.

Demikian Yovita Ensita Ajul, Kepala Bidang (Kabid) Ketersedian dan Distribusi Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Mabar di kantornya di Labuan Bajo, Rabu (4/11/2026) atas izinan Kepala DKPP, Sofiandi, yang saat itu juga ada ditempat yang sama.

Diungkapkan, beras 44 kg tersebut sisa dari beras CPPD Mabar yang disalurkan kepada para korban gempa bumi Flores pada Agustus 2026.

Para korban gempa juga mendapat bantuan beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekitar 131 ton, langsung disalurkan saat itu kepada para korban dari Posko Bencana.

Baca Juga :  Formasi ASN Manggarai Barat 2024 Sebanyak 2.544

Sedangkan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, jumlah beras yang disalurkan kepada para korban gempa bumi Flores Agustus 2026 untuk wilayah Manggarai Barat sebanyak 36 ton.

Sehingga total bantuan beras bagi para korban bencana gempa bumi Flores 2026 untuk wilayah Mabar sebanyak 167 ton, masing-masing dari Bapanas 131 ton, dan beras CPPD Mabar 36 ton.

Masih terkait beras CPPD Mabar, Tahun 2026 Pemkab Mabar tidak menganggarkannya karena masih ada sekitar 37 ton sisa beras CPPD pengadaan Tahun 2025.

Beras 37 ton tersebut, sekitar 1 ton disalurkan ke Translok Nggorang Mabar pada sekitar Mei 2026, sehingga sisanya sekitar 36 ton 50 kg. Kemudian, 36 ton tersebut selanjutnya disalurkan kepada para korban gempa bumi Flores pada Agustus 2026.

Sedangkan beras CPPD Mabar yang dititipkan di gudang Dinsos Mabar di Labuan Bajo sekarang yakni 50 kg. Dari 50 kg tersebut juga tersisa 44 kg, yang lainnya sudah tercecer dimakan burung. Beras CPPD Mabar selalu dititipkan di gudang Dinsos Mabar, kata Ajul.

Baca Juga :  Bank NTT Cabang Maumere Siapkan Dana KUR Mencapai Rp15 Miliar di Tahun 2026

Lanjut Ajul, pengadaan beras CPPD tidak setiap tahun, tetapi tergantung ketersediaan anggaran daerah bersangkutan. Dan sekarang di NTT sepertinya hanya Pemkab Mabar yang punya beras CPPD.

Usulan pengadaan beras CPPD bersifat fleksibel, tentatif, tergantung situasi, kondisi, yang terpenting ada pernyataan bencana secara tertulis dari pemerintah. Beras itu langsung dikeluarkan dari Bulog, disalurkan kepada para terdampak bencana, selama masa tanggap darurat 14 hari.

“Usulan anggaran uuntuk bencana ini tergantung situasi dan kondisi. Dia tidak sama dengan usulan untuk kegiatan lain,” kata Sofiandi dibenarkan Ajul. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian
Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:22 WITA

Beras Pemda Manggarai Barat Sisa 44 Kg, Lainnya Dimakan Burung

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Berita Terbaru