LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Capaian sementara investasi di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 yakni 68.43 %. Capaian itu keadaan per triwulan III 2026. Diharapkan hingga akhir tahun bisa mencapai target.
Demikian data yang didapat media ini dari Robertus Jimi Tata Daputra, Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSP) Mabar, di Labuan Bajo, Selasa (3/11/2026), atas izinan Kepala DPMPTSP, Maria Imaculata Etris Babur.
Berdasarkan data dimaksud, total target investasi Mabar Tahun 2026 Rp. 1,936,877,525,684, realisasi sebesar Rp. 1,325,434,695,000, selisih 611,442,830,674, capaian 68,43 %.
Investasi itu masing-masing dibebankan kepada PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan PMA (Penanaman Modal Asing).
Target untuk PMDN sebesar Rp. 1,807,051,242,608, dan realisasi per triwulan III 2026 yakni Rp. 662,744,016,808, selisih 1,144,307,225,800, capaian 36.68%.
Sedangkan untuk PMA yakni Rp. 129,826,283,066 (target), dan realisasi hingga triwulan III 2026 sebesar Rp. 1.325,434,695,000, selisi (target dan realisasi) Rp.(532, 864,395,126), capaian 510, 44%.
Masih data yang sama, PMDN yang berinvestasi di Mabar 2026 yakni 374 perusahan, dan PMA 274 perusahan, total 648 perusahan.
Kondisi ini per triwulan III 2026. Sedangkan jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) selama triwulan I (2026) yakni 16 orang, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) 756 orang.
Jumlah TKA selama triwulan II (2026) 3 orang, TKI sebanyak 481 orang. Jumlah TKA sepanjang triwulan III (2026) yakni 0, dan TKI adalah 52 orang.
Sedangkan total realisasi investasi Tahun 2026 di Mabar sebesar Rp. 1,883,114.093,532. Investasi itu masing-masing bersumber dari PMDN sebesar Rp. 1,756,891,500,677, dan dari PMA sejumlah Rp. 126,222,592,865.
Pada data yang sama (realisasi investasi 2025 Mabar), jumlah perusahannya yakni terdiri dari 187 PMDN, dan 118 PMA, total 305. Jumlah TKA 54 orang, dan TKI 1286, serta total proyek 2772, terdiri dari 1691 PMDN, 1081 PMA.
Menyinggung dampak gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026 lalu, Daputra mengatakan tidak masalah, karena tidak mengurang minat investor untuk berinvestasi di Manggarai Barat. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










