RUTENG, FLORESPOS.net-Para mahasiswa dan dosen Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Santo Sirilus Ruteng membangun komitmen bersama agar perkembangan teknologi di era society 5.0 dan perkembangan digital termasuk Artificial Intellegence (AI) harus disertai dengan etika, tanggung jawab, perlindungan data, integritas akademik, serta penghormatan terhadap martabat setiap manusia.
Komitmen ini merupakan salah satu dari lima rekomendasi Seminar Nasional bertema Mendesain Pendidikan Tinggi Berdampak Pada Era Masyarakat 5.0 yang berlangsung di Aula Paroki Cewonikit Ruteng, Rabu (28/10/2026).
Tampil dua narasumber dalam seminar ini, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta Dr. Rihlah Nur Aulia, M.A dan Dosen STIPAS Santo Sirilus Ruteng Dr. Fredrikus Djelahu Maigahoaku, S.Fil, M.Pd. Selaku moderator Dosen STIPAS Antonius Mbukut, S.Fil, M.Th.
Seminar dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai, Ponsius Mudin, S.Fil.
Ada pun lima rekomendasi atau poin penting yang dibahas dalam seminar ini sebagaimana dibacakan moderator Antonius Mbukut, S.Fil, M.Th sebagai berikut.
Pertama, pendidikan tinggi berdampak harus berangkat dari persoalan nyata manusia dan masyarakat.
Keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur melalui jumlah lulusan, capaian akademik, atau publikasi ilmiah. Semua itu tetap penting, tetapi perlu dihubungkan dengan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










