Pertama, Literasi Digital dan Etika Teknologi: Kemampuan mengoperasikan teknologi canggih (AI, IoT, Big Data) yang dibarengi dengan pemahaman etis mengenai dampak sosial dan moral dari teknologi tersebut.
Kedua, Berpikir Kritis dan Kreatif: Kemampuan memecahkan masalah kompleks dengan pendekatan multidisiplin, di mana iman menjadi kompas dalam pengambilan keputusan.
Ketiga, Kecerdasan Emosional dan Spiritual: Kemampuan untuk berempati dan membangun relasi yang otentik di dunia yang semakin terdigitalisasi, sesuai dengan semangat kasih Kristiani.
Keempat, Adaptabilitas dan Resiliensi: Kesiapan untuk terus belajar (long-life learning) dalam menghadapi perubahan pasar kerja yang sangat dinamis.
Fondasi Iman Kuat
Kakan Kemenag pada kesempatan ini menggarisbawahi bahwa STIPAS Santo Sirilus Ruteng tentu telah membekali para lulusannya termasuk para calon wisudawan ini dengan fondasi iman yang kuat, yang menjadi kompas dalam menavigasi arus perubahan yang sangat cepat di era 5.0 ini.
Menurut Kakan Kemenag pendidikan yang berdampak di era 5.0 adalah pendidikan yang lulusannya tidak hanya menjadi penonton di era digital tapi yang mampu berselancar di tengah dan di atas perubahan itu, mampu menyentuh sisi kemanusiaan, memberikan solusi atas persoalan sosial, dan membawa harapan di tengah ketidakpastian ini.
Bahwa adanya setumpuk tantangan yang dihadapi, bukanlah ancaman yang harus ditakuti, melainkan tanda-tanda zaman yang harus dibaca secara terus-menerus.
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando










