RUTENG, FLORESPOS.net-Di tengah dinamika kebangsaan yang kerap diuji oleh isu intoleransi, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meneguhkan diri sebagai salah satu pilar perdamaian dan miniatur keberagaman yang kokoh di Indonesia.
Komitmen nyata ini tercermin dalam acara Silaturahmi Persaudaraan yang digelar oleh Seksi Hubungan Antar Kepercayaan (HAK) Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santu Mikael Kumba bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Manggarai.
Kegiatan yang penuh kehangatan dan nuansa sukacita persaudaraan tersebut dilangsungkan di Aula Paroki St. Mikael Kumba, Ruteng, pada Sabtu petang (18/7/2026).
Mengusung visi besar untuk memperkuat dialog, toleransi, dan moderasi beragama, agenda strategis ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang merepresentasikan berbagai latar belakang sosial, akademis, dan spiritual lintas iman.
Berdasarkan pemaparan materi visual di lokasi, agenda kali ini mengusung tema besar “Ekologi Iman & Persaudaraan Semesta”.
Hadir dalam acara tersebut Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Ruteng RP Sebastian Hobahana, SVD, Ketua FKUB Kabupaten Manggarai Suster Maria Yohana, SSpS, Pastor Paroki Kumba RD Kornelis Hardin, Vikaris Parokial RD Max Haber, jajaran pengurus DPP dan DKP, Magister Novisiat Serikat Maria Montfortan (SMM) Ruteng RD Heredi Suhartono, para pimpinan kongregasi yang berkarya di Paroki Kumba, serta sejumlah tokoh agama terkemuka.
Miniatur Toleransi di Kampung Wae Buka
Mewakili Pastor Paroki Kumba, Ketua Pelaksana DPP Jeman Agustinus dalam sambutan hangatnya menyampaikan bahwa wilayah Paroki Kumba telah lama mengakar sebagai simbol harmoni. Salah satu bukti konkret dari warisan luhur tersebut adalah dideklarasikannya Kampung Wae Buka sebagai Kampung Toleransi di Kabupaten Manggarai.
“Ini menjadi simbol betapa umat Paroki Kumba menjunjung tinggi dan senantiasa memelihara ikatan persaudaraan tanpa batas. Warisan ini tidak hanya menyiratkan kebanggaan, tetapi juga menjadi ‘panggilan’ sekaligus tanggung jawab bersama dari berbagai latar belakang agama, etnis, dan budaya yang ada di wilayah Paroki Kumba untuk semakin memperkokoh kerukunan,” tegas Jeman Agustinus.
Selaras dengan hal tersebut, jajaran tokoh agama setempat membenarkan bahwa harmoni di Manggarai telah berjalan sangat baik di semua level, mulai dari tataran pemimpin agama hingga ke akar rumput orang-orang muda.
Hal ini dibuktikan melalui kolaborasi aktif yang konsisten antara Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kumba, Putra-Putri Altar (PPA), dan Remaja Masjid Baiturrahman Ruteng dalam mengawal serta menyukseskan perayaan hari besar keagamaan masing-masing umat secara bergantian.
Penulis : Milikior Sobe (Kontributor)
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










