Pandangan senada disampaikan oleh Vikjen Keuskupan Ruteng, RP Sebastian Hobahana, SVD. Menurutnya, langkah FKUB turun ke berbagai kelompok masyarakat, termasuk umat Paroki Kumba, merupakan langkah taktis dan strategis.
“Perbedaan tidaklah menjadi ancaman, tetapi harus menjadi alat bantu bagi kita untuk selalu dirayakan supaya persatuan semakin dirasakan,” ungkapnya.
Antusiasme tinggi juga terpancar dari wajah para pelajar dan mahasiswa yang memadati aula. Najwatun Qirani Bari, siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Manggarai sekaligus anggota Remaja Masjid Ruteng, mengaku bersyukur dapat dilibatkan langsung dalam forum lintas iman berskala besar seperti ini.
“Pengetahuan kami bertambah tentang toleransi dan moderasi beragama. Kami senang bisa kenal banyak orang dari lintas agama, terutama kaum muda. Kami berharap bisa bersama-sama membangun kerja sama nyata yang mempererat semangat hidup bersaudara. Untuk sesama remaja dan orang muda, mari kita terus jaga toleransi dan kerukunan umat beragama,” pungkas Najwa penuh optimisme.
Momen reflektif ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas dan komitmen bersama. Seluruh elemen yang hadir siap diutus untuk menjadi pioner dalam membawa spirit toleransi dan moderasi demi terwujudnya persaudaraan semesta yang sejati di tanah Manggarai. *
Penulis : Milikior Sobe (Kontributor)
Editor : Wall Abulat










