Merajut Dialog Lintas Iman di Bumi Congka Sae: Suara Damai dari Paroki Kumba untuk Indonesia yang Majemuk - FloresPos Net - Page 2

Merajut Dialog Lintas Iman di Bumi Congka Sae: Suara Damai dari Paroki Kumba untuk Indonesia yang Majemuk

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta, tokoh lintas agama, pemuda OMK, serta Remaja Masjid berfoto bersama di Aula Paroki St. Mikael Kumba, Ruteng, Sabtu malam (18/7/2026).

Para peserta, tokoh lintas agama, pemuda OMK, serta Remaja Masjid berfoto bersama di Aula Paroki St. Mikael Kumba, Ruteng, Sabtu malam (18/7/2026).

Sebagai wadah resmi penggalang kerukunan, FKUB Kabupaten Manggarai bergerak dalam semangat kemitraan berlandaskan Bhineka Tunggal Ika bersama pemerintah daerah dan Kementerian Agama.

Forum ini beranggotakan 17 tokoh lintas agama yang dipilih langsung oleh lembaga agama masyarakat dan dikukuhkan melalui SK Pemerintah. Mencerminkan persentase pemeluk agama di daerah, komposisi forum ini terdiri dari 9 utusan Katolik, 3 utusan Muslim, 3 utusan Kristen Protestan, 1 utusan Hindu, dan 1 utusan Buddha.

Menjadi Agen Toleransi dan Moderasi yang Nyata

Dalam pemaparan materi bertajuk “Membangun Persaudaraan, Persatuan, Kerukunan, dan Toleransi, dan Keharmonisan”, Ketua FKUB Kabupaten Manggarai Suster Maria Yohana, SSpS, menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa merawat kerukunan bukan sekadar tugas formalitas kelembagaan.

“Menjaga kerukunan ini adalah panggilan iman yang nyata dalam tindakan sehari-hari. Hubungan kita dengan Tuhan harus tercermin pada bagaimana kita merawat persaudaraan dengan sesama manusia tanpa sekat perbedaan. Kerukunan bertumbuh dalam semangat toleransi, dan keharmonisan diciptakan dengan sikap moderat,” ujar mantan Provinsial Kongregasi SSpS Wilayah Flores Barat tersebut.

Baca Juga :  Di Desa Mata Wae, Manggarai  Hitung Suara Pemilu Sempat Diterangi Senter

Ia menambahkan, kerja nyata FKUB menyentuh seluruh aspek kehidupan lintas batas—baik agama, budaya, maupun sektor riil kemasyarakatan.

Falsafah budaya Manggarai yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan, yang disimbolkan dalam rumah adat (Mbaru Niang), menjadi fundamen inspiratif bagi segenap umat beragama di Bumi Congka Sae.

Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus politikus Partai Perindo yang konsisten mengawal isu sosial-keagamaan di Manggarai, Bapak Dominikus Hima Domi, mengingatkan pentingnya menjaga identitas daerah tersebut.

Baca Juga :  Tender Proyek Dana Inpres Infrastruktur Puluhan Miliar di Manggarai Gagal Tentukan Pemenang

“Kerukunan di Manggarai ini unik dan menjadi identitas kita. Politik dan agama harus berjalan beriringan untuk menciptakan kedamaian, bukan memecah belah. Kita punya tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa generasi penerus tetap menghidupi nilai-nilai toleransi ini secara konkret,” tegas Pak Hima Domi.

Sumbangsih Pemikiran Tokoh Agama dan Harapan Generasi Muda

Dukungan penuh terhadap gerakan silaturahmi ini juga disuarakan oleh Gembala Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock Ruteng, Pdt. Yunus Timu, S.Th. Ia menyampaikan kebahagiaannya atas berjalannya kemitraan antar-gereja dan umat beragama yang inklusif ini.

“Dalam keragaman termasuk iman dan spiritual, kita tidak melihat perbedaan, melainkan menjadikannya sebagai kekayaan yang mesti dibangun bersama-sama setiap saat,” tuturnya.

Penulis : Milikior Sobe (Kontributor)

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Korban Meninggal Gempa Flores di Sikka 6 Orang, 4.937 Rumah Alami Kerusakan
Korban Meninggal Gempa Flores Capai 127 Orang, 166 Ribu Masih Mengungsi
Djafar Achmad Galang Bantuan dari Pensiunan Pelindo Bantu Korban Gempa Flores di Ende
Berita ini 181 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:43 WITA

PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Sabtu, 5 September 2026 - 14:34 WITA

Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok

Sabtu, 5 September 2026 - 13:19 WITA

SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China

Berita Terbaru