Sebagai wadah resmi penggalang kerukunan, FKUB Kabupaten Manggarai bergerak dalam semangat kemitraan berlandaskan Bhineka Tunggal Ika bersama pemerintah daerah dan Kementerian Agama.
Forum ini beranggotakan 17 tokoh lintas agama yang dipilih langsung oleh lembaga agama masyarakat dan dikukuhkan melalui SK Pemerintah. Mencerminkan persentase pemeluk agama di daerah, komposisi forum ini terdiri dari 9 utusan Katolik, 3 utusan Muslim, 3 utusan Kristen Protestan, 1 utusan Hindu, dan 1 utusan Buddha.
Menjadi Agen Toleransi dan Moderasi yang Nyata
Dalam pemaparan materi bertajuk “Membangun Persaudaraan, Persatuan, Kerukunan, dan Toleransi, dan Keharmonisan”, Ketua FKUB Kabupaten Manggarai Suster Maria Yohana, SSpS, menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa merawat kerukunan bukan sekadar tugas formalitas kelembagaan.
“Menjaga kerukunan ini adalah panggilan iman yang nyata dalam tindakan sehari-hari. Hubungan kita dengan Tuhan harus tercermin pada bagaimana kita merawat persaudaraan dengan sesama manusia tanpa sekat perbedaan. Kerukunan bertumbuh dalam semangat toleransi, dan keharmonisan diciptakan dengan sikap moderat,” ujar mantan Provinsial Kongregasi SSpS Wilayah Flores Barat tersebut.
Ia menambahkan, kerja nyata FKUB menyentuh seluruh aspek kehidupan lintas batas—baik agama, budaya, maupun sektor riil kemasyarakatan.
Falsafah budaya Manggarai yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan, yang disimbolkan dalam rumah adat (Mbaru Niang), menjadi fundamen inspiratif bagi segenap umat beragama di Bumi Congka Sae.
Sementara itu, tokoh masyarakat sekaligus politikus Partai Perindo yang konsisten mengawal isu sosial-keagamaan di Manggarai, Bapak Dominikus Hima Domi, mengingatkan pentingnya menjaga identitas daerah tersebut.
“Kerukunan di Manggarai ini unik dan menjadi identitas kita. Politik dan agama harus berjalan beriringan untuk menciptakan kedamaian, bukan memecah belah. Kita punya tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa generasi penerus tetap menghidupi nilai-nilai toleransi ini secara konkret,” tegas Pak Hima Domi.
Sumbangsih Pemikiran Tokoh Agama dan Harapan Generasi Muda
Dukungan penuh terhadap gerakan silaturahmi ini juga disuarakan oleh Gembala Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock Ruteng, Pdt. Yunus Timu, S.Th. Ia menyampaikan kebahagiaannya atas berjalannya kemitraan antar-gereja dan umat beragama yang inklusif ini.
“Dalam keragaman termasuk iman dan spiritual, kita tidak melihat perbedaan, melainkan menjadikannya sebagai kekayaan yang mesti dibangun bersama-sama setiap saat,” tuturnya.
Penulis : Milikior Sobe (Kontributor)
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










