ENDE, FLORESPOS.net-Syuradikara mendapatkan berkat melimpah di awal Tahun Ajaran 2026/2027 atas visitasi dari tiga pemimpin Gereja Katolik, Jumat (17/6/2026).
Tiga Uskup itu adalah Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, dari Keuskupan Agung Ende, Flores, Indonesia, Uskup Agung Niigita, Paulo Narui Daisuke, SVD, dan Uskup Agung Tokyo serentak Kardinal, Mgr. Tarcisio Kikuchi Isao, SVD.
Dalam sapaan singkat, Uskup Paulo mengatakan bahwa ia memiliki pengalaman tinggal atah menetap lima tahun di Indonesia bersama keluarganya dan ia mengenal identitas Indonesia dari keberagaman.
“Saya mengapresiasi sekolah ini memiliki identitas keberagaman atau sangat heterogen. Saya gembira karena saya belajar banyak dari banyak teman Indonesia dengan latar belakang agama yang berbeda-beda,” katanya kepada seribu lebih warga Syuradikara dan para undangan yang hadir di Naungan Hijau Satu, Jumat (17/7/2026).
Uskup Paulo berharap bisa tetap menjalin persahabatan lintas agama, lintas negara, dan juga menaruh harapan bisa hadir pada 75 tahun Pesta SMAK Syuradikara Ende pada 2028 nanti.
Sementara Kardinal Tarcisio Kikuchi Isao mengatakan bahwa perjumpaan dengan keluarga besar SMAK Syuradikara merupakan berkat dan cerita berharga bagi perjalanan panggilannya.
Ia mengatakan lebih jauh bahwa pendidikan adalah investasi sangat penting untuk pembangunan bangsa dan Gereja.
“Kita bisa membuat gedung, fasilitas, tapi yang menjadi harapan dari pendidikan atau jiwa dari pendidikan adalah harapan,” kata Kardinal Tarcisio.
Harapan, kata dia, tidak bisa kita ciptakan sendiri dan tidak bisa muncul lewat perjumpaan dengan yang lain.
“Harapan bisa muncul jika kita terbuka dengan yang lain dan juga menjumpai orang lain,” kata dia.
Usai kegiatan visitasi, Kepala SMAK Syuradikara, Bruder Kristianus Riberu, SVD, mengatakan, momen kunjungan ketiga uskup merupakan rahmat pada awal Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Ia menyampaikan pesan bahwa visitasi tersebut berkaitan dengan SMA Swasta Katolik Syuradikara sebagai sekolah misi yang didirikan oleh Serikat Sabda Allah (SVD).
“Syuradikara adalah sekolah misi yang sangat terbuka dengan yang lain, sehingga tercipta apa yang disebutkan Kardinal Tarcisio tentang dialog dengan orang lain sebagai landasan pendidikan,” kata Bruder Kristianus.
Ia menjelaskan, Syuradikara juga tidak terlepas dari empat matra khas terkait Kitab Suci, Animasi Misi, Komunikasi, dan Keutuhan Alam Ciptaan (JPIC), serta nilai-nilai Verbum atau Sabda sebagai landasan utama yang diajarkan oleh Santo Arnoldus Janssen.
“Syuradikara punya identitas SVD, seperti matra khasnya dan nilai-nilai Verbum. Jadi, kunjungan hari ini berangkat dari nilai-nilai itu,” katanya.
Ia mengapresiasi semua yang sudah bekerja keras, dari Kesiswaan, OSIS/MPK SMAK Syuradikara, bapak/ibu guru, pegawai, dan karyawan-karyawati, serta semua anak-anak atau murid SMAK Syuradikara.
“Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ende yang juga hadir serta para orang tua yang ikut mendorong kegiatan ini berjalan dengan sangat baik,” pungkasnya.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










