MAUMERE, FLORESPOS.net-Kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat mengakibatkan pemerintah daerah sangat berdampak termasuk di sektor pendidikan, kesehatan bahkan sektor pertanian.
Kondisi ini disampaikan Anggota DPRD Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Vincentius Johanes Roma saat peresmian Program Implementasi Layanan Primer Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Tebuk dan Desa Bloro, Kecamatan Nita dari dna CSR PT.Astra Internasional,Tbk.
“Stop sudah efisensi anggaran itu. APBN kita naik begitu besar sekian puluh persen tapi efisensinya luar biasa, ini ada apa?,” tegas Vincentius Johanes Roma, Senin (2/11/2026).
Vinsen sapaannya menitipkan pesan kepada Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Niken Wastu Palupi, MKM agar menyampaikan kepada pemerintah pusat.
Ia menegaskan, kalau sektor kesehatan dikebiri, pertanian dikebiri, pendidikan dikebiri jangan mimpi Kabupaten Sikka bisa lepas landas karena ketiga sektor ini merupakan 3 pilar utama pembangunan.
Dirinya juga meminta kepada Project Manager CSR Kesehatan PT Astra International Tbk, Nadia Cecilia Supriatna yang hadir saat peresmian program agar CSR Astra bisa menyentuh sektor pertanian selain kesehatan.
“Astra baru mengintervensi satu komoditi saja, padahal disini ada belasan komoditi perkebunan. Kami sangat berterima kasih kalau Astra membantu kami mengembangkan komoditi kami,” ujarnya.
Vinsen berterima kasih kepada PT.Astra lewat dana CSR nya melakukan intervensi perbaikan Polindes Desa Tebuk dan Bloro hingga bisa diresmikan menjadi Pustu serta membantu berbagai peralatan kesehatan dan pelatihan kader Posyandu.
Ia mengakui bangunan Polindes di Desa Tebuk terlantar dan tidak bisa diperbaiki karena terjadi pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD) hingga Rp500 juta sehingga tidak bisa melakukan pembangunan infrastruktur kesehatan.
“Uluran tangan CSR-nya Astra ini sungguh penyelamat untuk kami di tengah kemarau panjang begini di tengah kebijakan fiskal dan anggaran pusat yang mengebiri banyak hal,” ucapnya.
Vinsen berharap agar program pemberdayaan dari dana CSR PT,Astra selama 5 tahun di Desa Tebuk dan Bloro bisa dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga ketika program berakhir desa sudah bisa berdiri sendiri.
Dirinya juga meminta Kementrian Kesehatan agar memperhatikan pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Pulau Palue yang pembangunannya terhenti dan belum dilanjutkan.
Ia juga menitipkan renovasi bangunan Puskesmas Nita dimana banyak atap gedung sepanjang sekitar 16 meter sebagian besarnya sudah bocor apalagi saat ini sudah masuk musim penghujan.
“Mumpung disini ada Ibu Niken dari Kementrian Kesehatan saya minta agar dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas, Puskesmas kami bisa dibantu pembangunannya,” ucapnya.
Sementara itu Anggota DPRD Sikka lainnya, Leonardus Winarto menghaturkan terima kasih kepada PT. Astra yang teleh memebrikan kontribusi nyata untuk masyarakat Desa Tebuk dan Desa Bloro.
Narto memaparkan kondisi nyata yang terjadi di masyarakat menjawabi apa yang disampaikan Kementerian Kesehatan agar masyarakat bisa meluangkan waktu beberapa menit untuk berolahraga.
Ia mengaku pola hidup sehat ini yang perlu dibiasakan dan perlu selalu disampaikan kepada masyarakat oleh petugas kesehatan maupun para kader Posyandu yang telah mendapatkan pelatihan.
“Kadang masyarakat itu mereka merasa seperti aneh kalau orang olahraga.Kalau ada yang olahraga naik sepeda dianggap aneh karena bukan kebiasaan atau gaya hidup,” ungkapnya.
Narto menambahkan,terkait masih adanya stunting pada anak hal ini disebabkan karena asupan makanan sehingga kehadiran CSR PT.Astra dan Kementrian Kesehatan lewat Program Implementasi Layanan Primer Kesehatan bisa mengatasi masalah kesehatan. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando









