DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian - FloresPos Net

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat mengakibatkan pemerintah daerah sangat berdampak termasuk di sektor pendidikan, kesehatan bahkan sektor pertanian.

Kondisi ini disampaikan Anggota DPRD Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Vincentius Johanes Roma saat peresmian Program Implementasi Layanan Primer Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Tebuk dan Desa Bloro, Kecamatan Nita dari dna CSR PT.Astra Internasional,Tbk.

“Stop sudah efisensi anggaran itu. APBN kita naik begitu besar sekian puluh persen tapi efisensinya luar biasa, ini ada apa?,” tegas Vincentius Johanes Roma, Senin (2/11/2026).

Vinsen sapaannya menitipkan pesan kepada Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Niken Wastu Palupi, MKM agar menyampaikan kepada pemerintah pusat.

Ia menegaskan, kalau sektor kesehatan dikebiri, pertanian dikebiri, pendidikan dikebiri jangan mimpi Kabupaten Sikka bisa lepas landas karena ketiga sektor ini merupakan 3 pilar utama pembangunan.

Dirinya juga meminta kepada Project Manager CSR Kesehatan PT Astra International Tbk, Nadia Cecilia Supriatna yang hadir saat peresmian program agar CSR Astra bisa menyentuh sektor pertanian selain kesehatan.

“Astra baru mengintervensi satu komoditi saja, padahal disini ada belasan komoditi perkebunan. Kami sangat berterima kasih kalau Astra membantu kami mengembangkan komoditi kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Menko Pangan Kunjungi Maumere, Salurkan Bantuan dan Kunjungi Dapur MBG

Vinsen berterima kasih kepada PT.Astra lewat dana CSR nya melakukan intervensi perbaikan Polindes Desa Tebuk dan Bloro hingga bisa diresmikan menjadi Pustu serta membantu berbagai peralatan kesehatan dan pelatihan kader Posyandu.

Ia mengakui bangunan Polindes di Desa Tebuk terlantar dan tidak bisa diperbaiki karena terjadi pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD) hingga Rp500 juta sehingga tidak bisa melakukan pembangunan infrastruktur kesehatan.

“Uluran tangan CSR-nya Astra ini sungguh penyelamat untuk kami di tengah kemarau panjang begini di tengah kebijakan fiskal dan anggaran pusat yang mengebiri banyak hal,” ucapnya.

Vinsen berharap agar program pemberdayaan dari dana CSR PT,Astra selama 5 tahun di Desa Tebuk dan Bloro bisa dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga ketika program berakhir desa sudah bisa berdiri sendiri.

Dirinya juga meminta Kementrian Kesehatan agar memperhatikan pembangunan Puskesmas Tuanggeo di Pulau Palue yang pembangunannya terhenti dan belum dilanjutkan.

Ia juga menitipkan renovasi bangunan Puskesmas Nita dimana banyak atap gedung sepanjang sekitar 16 meter sebagian besarnya sudah bocor apalagi saat ini sudah masuk musim penghujan.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat Terus Lakukan Aksi Kemanusiaan dan Berbagi Kasih

“Mumpung disini ada Ibu Niken dari Kementrian Kesehatan saya minta agar dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas, Puskesmas kami bisa dibantu pembangunannya,” ucapnya.

Sementara itu Anggota DPRD Sikka lainnya, Leonardus Winarto menghaturkan terima kasih kepada PT. Astra yang teleh memebrikan kontribusi nyata untuk masyarakat Desa Tebuk dan Desa Bloro.

Narto memaparkan kondisi nyata yang terjadi di masyarakat menjawabi apa yang disampaikan Kementerian Kesehatan agar masyarakat bisa meluangkan waktu beberapa menit untuk berolahraga.

Ia mengaku pola hidup sehat ini yang perlu dibiasakan dan perlu selalu disampaikan kepada masyarakat oleh petugas kesehatan maupun para kader Posyandu yang telah mendapatkan pelatihan.

“Kadang masyarakat itu mereka merasa seperti aneh kalau orang olahraga.Kalau ada yang olahraga naik sepeda dianggap aneh karena bukan kebiasaan atau gaya hidup,” ungkapnya.

Narto menambahkan,terkait masih adanya stunting pada anak hal ini disebabkan karena asupan makanan sehingga kehadiran CSR PT.Astra dan Kementrian Kesehatan lewat Program Implementasi Layanan Primer Kesehatan bisa mengatasi masalah kesehatan. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko
Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong
Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro
Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban
Dosen dan Mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IKTL Terlibat dalam Pameran Pendidikan Flotim 2026
Capaian Sementara Investasi 2026 di Manggarai Barat 68,43 Persen
Direktur Promosi Kesehatan Kemenkes Tegaskan Pentingnya Kader Kesehatan dan Cek Kesehatan Gratis
Ketua AMAN Sebut MBG dan KDMP Program Positif Pemerintah Namun Lemah Penerapan di Daerah
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:26 WITA

DPRD Sikka Minta Efisiensi Anggaran Jangan Sentuh Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian

Kamis, 5 November 2026 - 18:07 WITA

Sudah Sepekan, DLH Ende Belum Sampaikan Hasil Kajian Dampak Lingkungan Pabrik Tahu Tempe Krakatau Lokoboko

Rabu, 4 November 2026 - 19:44 WITA

Kejari Sikka Geledah Kantor PUPR dan Setda Sikka Terkait Proyek Watergen di Desa Semparong

Rabu, 4 November 2026 - 19:12 WITA

Bupati Sikka Apresiasi Program Implementasi Layanan Primer CSR Astra di Pustu Tebuk dan Bloro

Rabu, 4 November 2026 - 15:50 WITA

Penjualan Minyak Tanah Subsidi di Pasar Capai Rp 8.000 Per Liter, Satpol PP Ende Turun Lakukan Penertiban

Berita Terbaru