Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3) - FloresPos Net - Page 3

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 17:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di antaranya, kmpanye publik melalui pengumpulan video ucapan hari keadilan ekologi, aksi dan kampanye penyadaran kritis di Car Free Day (CFD) Kota Kupang.

Juga dilaksanakan konservasi pesisir berupa penanaman mangrove sebagai sabuk hijau di pesisir Pantai Pamalala Waingapu, Kabupaten Sumba Timur dan pantai utara Riung Kabupaten Ngada, serta diskusi publik dan nobar film di tugu keadilan ekologi, taman kota Waingapu, Sumba Timur.

“Melalui berbagai agenda perayaan dan refleksi hari keadilan ekologi ini pada akhirnya tidak sekedar diarahkan untuk memperkenalkan konsep keadilan ekologis, tetapi untuk membangun kesadaran bahwa krisis ekologis adalah krisis keadilan,” kata Yuven.

Baca Juga :  PMKRI Ende Desak Kapolri, Kapolda NTT dan Kejati NTT Usut Dugaan Mafia dan Praktik Korupsi di Nagekeo

WALHI NTT Menegaskan, mewujudkan keadilan ekologis membutuhkan perubahan paradigma dari alam sebagai komoditas menjadi alam sebagai subjek dan dari pengelolaan yang tersentralisasi menuju tata kelola yang mengakui pengetahuan dan kuasa masyarakat penjaga alam serta dari orientasi keuntungan jangka pendek menuju tanggung jawab lintas generasi.

Bumi, sebagaimana ditegaskan dalam Deklarasi Sumba, bukanlah warisan leluhur yang bebas kita habiskan, melainkan titipan generasi mendatang yang harus kita jaga.

Baca Juga :  "Menggila" Efek Event Picnic Over The Hill Parapuar Mabar

Yuven mengatakan, satu tahun Hari Keadilan Ekologis Nasional adalah pengingat bahwa perjuangan ini adalah maraton lintas generasi, bukan sekadar seremoni tahunan.

Dari tapak-tapak yang telah kita tinggalkan setahun ini, baik di kebun, tanah pertanian rakyat, hutan adat, pesisir dan di ruang-ruang advokasi kebijakan, hingga TAP MPR IX/2001 yang kembali ditempatkan sebagai Kompas.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi
Kemenkes Tunjuk Labkesda Sikka Layani Pemeriksaan HPV DNA untuk Wilayah Flores dan Lembata
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2)
Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda kepada Perpustakaan Kabupaten Sikka
Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)
Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara
Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 17:53 WITA

Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi

Rabu, 23 September 2026 - 17:31 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Perayaan Menuju Pelembagaan (3)

Rabu, 23 September 2026 - 17:25 WITA

Kemenkes Tunjuk Labkesda Sikka Layani Pemeriksaan HPV DNA untuk Wilayah Flores dan Lembata

Rabu, 23 September 2026 - 16:03 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Tapak Sebagai Jejak, Tapak Sebagai Beban Antargenerasi (2)

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WITA

Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian

Berita Terbaru