WALHI Kritisi Penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Oleh Pemprov NTT - FloresPos Net

WALHI Kritisi Penyusunan Roadmap Dekarbonisasi Oleh Pemprov NTT

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang menyusun peta jalan (roadmap) dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050.

Inisiatif ini dilakukan dalam rangka memanfaatkan potensi energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah dan disesuaikan dengan karakteristik wilayah kepulauan yang ada di NTT.

WALHI NTT memandang bahwa penyusunan Roadmap Dekarbonisasi harus dimulai dari evaluasi menyeluruh terhadap model pembangunan yang selama ini menghasilkan ketimpangan ekologis.

“Roadmap tersebut tidak boleh hanya berbicara mengenai besarnya potensi energi surya, angin, air, atau panas bumi, tetapi harus menjawab pertanyaan yang jauh lebih mendasar,” tegas Yulianto Behar Nggali Mara, S.H., M.H., Divisi Hukum WALHI NTT dalam rilisnya, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga :  Target Menang di Pertandingan Kedua, Flores United FC Evaluasi Mendalam

Yulianto menyebutkan pertanyaan mendasarnya, siapa yang menikmati manfaat transisi energi, siapa yang menanggung beban ekologisnya, apakah masyarakat adat telah dilibatkan secara penuh?.

Selain itu, apakah prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA/FPIC) benar-benar dijalankan dan apakah hak masyarakat untuk mengatakan “tidak” dihormati?.

Dirinya menegaskan, bagi WALHI NTT, keberhasilan transisi energi tidak dapat diukur dari besarnya investasi hijau yang masuk.

Baca Juga :  Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada Gelar Seminar Kanker Serviks

Keberhasilannya justru diukur dari kemampuan negara melindungi hak rakyat, memulihkan ekosistem, mengurangi ketimpangan akses energi, serta memastikan tidak ada satu pun komunitas yang dikorbankan atas nama pembangunan rendah karbon.

“WALHI NTT juga mempertanyakan arah pembangunan yang masih menjadikan hilirisasi sumber daya alam sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Yulianto mengakui, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa hilirisasi seringkali mempercepat eksploitasi sumber daya alam, memperluas izin industri ekstraktif, dan meningkatkan kebutuhan energi dalam skala besar.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende
Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka
Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan
Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen
Kadis Nakertrans Kabupaten Sikka Lepas Resmi Dua Calon PMI dan Satu Pekerja Antar Daerah, Pesan Prosedural Jadi Sorotan
Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah
20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai
Enam Nelayan Selamat Usai Kapal Mori Sama 02 Tabrak Karang di Pulau Siaba Kecil
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WITA

Oktovianus Moa Mesi Salurkan Bantuan Hand Traktor dari Bunda Julie Laiskodat kepada Dua Kelompok Tani di Ende

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:09 WITA

Nyala Pelita di Bumi Ribang: Ketika Harapan Menjemput Asa Lewat Mini Job Fair Nakertrans Sikka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:40 WITA

Hari Kesepuluh Pencarian, Satu Korban Tenggelamnya Kapal Wisata KM Feronia Belum Ditemukan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:13 WITA

Dampak Kemarau Panjang, Produktivitas Tanaman Perkebunan Petani Ende Menurun Hingga 70 Persen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:05 WITA

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Dignitas Sang Penjual Bawang

Sabtu, 24 Okt 2026 - 19:53 WITA