Masa depan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat adat tetap memiliki tanahnya, petani tetap memiliki airnya, nelayan tetap memiliki lautnya dan hutan tetap Lestari.
“Masa depan yang sesungguhnya adalah ketika rakyat menjadi subjek utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Itulah makna sesungguhnya dari transisi energi yang adil dan berkelanjutan,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










