LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata di Labuan Bajo dan Flores sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kesiapsiagaan pelaku pariwisata dalam menghadapi berbagai risiko di lapangan.
Upaya tersebut merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Pemulihan Pariwisata Flores dan Isu Kepariwisataan Labuan Bajo yang diadakan pada 28 Agustus 2026 lalu bersama Menteri Pariwisata RI, khususnya terkait penguatan SDM dan kapasitas masyarakat.
Salah satu rekomendasi yang dihasilkan adalah memperkuat kapasitas SDM dan pelaku pariwisata melalui pelatihan dan sertifikasi bagi pemandu dan operator pariwisata, dengan fokus pada aspek pelayanan, keselamatan, dan mitigasi bencana melalui kerja sama dengan lembaga pelatihan dan sertifikasi yang kompeten.
Sebagai tindak lanjut atas rekomendasi tersebut, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan c.q. Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Industri Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pramuwisata Indonesia, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melaksanakan kegiatan Upskilling Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Kompetensi Kerja dengan Skema Uji Pemandu Wisata Snorkeling Level III.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 September 2026 ini diikuti oleh 40 peserta yang merupakan pelaku dan pemandu wisata.
Pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan sekaligus memastikan aspek keselamatan dan penanganan risiko menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan aktivitas wisata snorkeling.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Martini M. Paham, menegaskan bahwa aspek keamanan merupakan fondasi penting dalam membangun dan memperkuat kualitas pariwisata.
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










