MAUMERE, FLORESPOS.net-Karang Taruna (KT) Nibong Sikka asal Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung pembentukan Asosiasi Komunitas Portugis Asia.
Kegiatan deklarasi pembentukan dilaksanakan di Dili, Timor Leste saat kegiatan Asian Portuguese Community Conference (APCC) atau Konferensi Komunitas Portugis Asia yang dilaksanakan di Timor Leste pada tanggal 27 hingga 29 Juni 2025.
“Deklarasi ini lahir dari aspirasi bersama para penandatangan untuk mendorong kerja sama dan solidaritas kolektif dalam mendukung komunitas Portugis Asia,” sebut Honorarius Quintus Ebang, Ketua KT Nibong Sikka, Rabu (2/7/2025).
Intus sapaannya mengatakan, pembentukan ini berdasarkan budaya bersama, yang berlandaskan dialog dan saling menghormati, serta dipersatukan oleh kekayaan warisan yang diturunkan selama berabad-abad yang ingin kami teruskan kepada generasi mendatang.
Ia mengatakan, para perwakilan menyatakan komitmen untuk mencari solusi yang memberikan manfaat nyata bagi setiap komunitas, dengan tetap mengakui dan menghargai keunikan masing-masing.
“Dalam semangat inilah yang menjadi landasan kami memandang sangat penting untuk memberikan bentuk kelembagaan bagi inisiatif ini melalui pembentukan sebuah asosiasi yang berbasis di Dili,” ungkapnya.
Intus menjelaskan, asosiasi ini yang akan menjadi penghubung antar komunitas tersebut, sekaligus berperan sebagai titik temu dengan lembaga-lembaga mitra, dan para peneliti.
Serta dengan para akademisi, gerakan dan asosiasi kebudayaan, serta jejaring persahabatan dan solidaritas lainnya, dalam upaya bersama untuk menjaga warisan manusia dan budaya yang mereka representasikan.
“Deklarasi ini mencerminkan komitmen kami untuk menjadikan persahabatan dan kerja sama sebagai jalan dalam mewujudkan misi serta mencapai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai,” terangnya.
Intus menambahkan, asosiasi ini mempunyai misi keberlangsungan yakni mendorong kelanjutan komunitas berusia berabad-abad ini sebagai realitas budaya dan etnis.
Selain itu kata dia, misi lainnya yakni identitas, guna menjaga warisan tak benda yang direpresentasikan oleh komunitas ini serta melestarikan budayanya dalam berbagai ekspresi. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










