MBAY, FLORESPOS.net-Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do menyerahkan bantuan hibah ke sejumlah rumah ibadah di wilayah itu, Kamis (4/4/2023).
Bantuan hibah diberikan kepada Stasi St. Petrus Martir Lea Paroki St. Yoseph Raja sebesar RP 20.000.000. Dana itu akan digunakan untuk kegiatan rehabilitasi kapela.
Kemudian bantuan hibah pada Stasi St.Petrus Martir Kotakeo Paroki St.Yoseph Raja sebesar Rp 25.000.000. Dana itu, digunakan untuk kegiatan pembangunan Tower Lonceng dan rehabilitasi Gereja.
Selain dua Stasi dari Paroki St.Yoseph Raja, Kecamatan Nangaroro, Bupati Don juga menyerahkan hibah berupa uang untuk Masjid Rahmat Allah Daja, Kecamatan Keo Tengah sebesar Rp25.000.000 digunakan untuk pembangunan pagar Masjid.
Sebelum acara serah terima berlangsung didahului dengan pembacaan dan penandatanganan Berita Acara yang diakhiri dengan penyerahan simbolis buku tabungan kepada masing-masing penerima bantuan.
Di awal kunjungannya Bupati Don menyambangi umat Stasi Lea dan dilanjutkan ke Kuasi Paroki St. Petrus Martir Kotakeo dan berakhir di Masjid Rahmad Allah-Daja Keo Tengah.
Ketua Stasi St.Petrus Martir Lea, Raimundus Siga mewakili Umat Stasi Lea menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo atas bantuan hibah tersebut.
“Walaupun tempat ini jauh Bapak Bupati Nagekeo sudah mau datang bersama kami memenuhi permohonan kami Stasi Lea yang telah mengajukan proposal tahun kemarin,” ungkap Raimundus.
Baginya, bantuan yang diperoleh meski kecil tapi sungguh berarti bagi umat Stasi Lea. Bantuan uang yang diterima akan dipergunakan sebagaimana tercantum dalam Berita Acara Serah Terima.
Dia menyatakan kesiapannya untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah tersebut sebagaimana yang diharapkan.
Sedangkan Pastor Administrator Kuasi Paroki St. Petrus Martir Kotakeo RD. Emilianus Deru setelah menerima bantuan pembangunan Tower Lonceng Gereja mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang telah memenuhi permintaan umat.
Menurutnya, kuasai paroki masih membutuhkan pembangunan, pembenahan sebelum menjadi paroki definitif.
Romo Oncy berharap kerja sama yang baik antara gereja dan pemerintah dalam membangun umat dan masyarakat.
“Dana ini tentunya kami sangat membutuhkan karena pembangunan yang ada di kuasai ini dalam upaya menjadi paroki definitif. Dana ini akan digunakan untuk bangun tower lonceng, loncengnya sudah ada hanya rumah lonceng belum ada. Ini kado istimewa, kado paskah untuk kami,” jelasnya.
Bupati Don Bosco berharap bantuan yang diterima ini dipergunakan sebagaimana mestinya demi kenyamanan umat dalam beribadah.
Bantuan tersebut jumlahnya tidaklah banyak karena memang saat ini dihadapkan pada pemulihan ekonomi dan krisis itu belum selesai.
“Saya berharap dengan dana yang sedikit ini kamu bisa perbaiki apa yang perlu dibereskan sehingga kenyamanan umat bisa terjaga. Ada seng bocor segera digantikan jangan biarkan terlalu lama,” pinta Bupati Don kepada umat Stasi Lea.
Bupati Don mengungkapkan di hadapan pengurus Stasi St Petrus Martir Kotakeo dalam empat tahun terakhir komoditi cengkeh yang tidak menghasilkan dan ini jelas berdampak pada kehidupan umat dan masyarakat.
Ia juga memahami situasi dan perkembangan umat dan masyarakat dalam kekurangan dan keprihatinan akan tetapi pemerintah tetap memberikan optimisme.
“Kabupaten Nagekeo memiliki penganekaragaman pangan. Kebutuhan akan protein dan karbohidrat terpenuhi. Yang patut kita jaga adalah ketahanan kita semua. Terhadap rencana-rencana kita yang tidak begitu penting agar kita bisa menahan diri,” pesan Bupati Don.
Kepada umat Masjid Rahmat Allah, Bupati Don berharap anggaran yang sedikit jumlahnya ini bisa meringankan beban umat dan hal terpenting adalah bagaimana menciptakan dan memberikan rasa aman dan nyaman saat menjalankan ibadah.
“Mudah-mudahan yang kurang bisa baku tambah lagi, kami bawa tidak seberapa,”katanya.
Turut hadir saat kunjungan, Camat Keo Tengah, Babinsa Keo Tengah Praka Bonerges Pai, Unit Intel Kodim 1625 Ngada untuk Wilayah Kec.Keo Tengah/Nangaroro, Sertu Yohanes Sawu Iwa, para penerima bantuan. *
Penulis: Arkadius Togo / Editor: Anton Harus










