ENDE, FLORESPOS.net-Penertiban pedagang yang masih berjualan di bahu dan badan jalan di kawasan Pasar Mbongawani Ende telah menjadi pekerjaan rutin petugas gabungan dari pemerintah yaitu Satpol PP, Dinas Perdagangan dan pemerintah kecamatan serta kelurahan.
Dalam aksi penertiban itu petugas dan pedagang kerap kali terlibat aduh mulut dan berujung main kucing – kucingan. Saat petugas datang para pedagang masuk ke los dan lapak pasar. Saat petugas pergi mereka kembali ke jalan.
Kondisi seperti ini terlihat saat aksi penertiban, Jumat (22/5/2026) lalu di pasar tersebut.
Baru satu jam ditertibkan dan ditindak oleh petugas, para pedagang malah kembali lagi berjualan di jalan. Kondisi ini pun sudah menjadi pemandangan yang sering terjadi saat aksi penertiban pasar.
Beberapa pedagang yang ditemui Florespos.net, menyampaikan alasan mengapa kembali lagi berjualan di jalan meski telah ditindak dan ditegur oleh petugas.
Menurut pedagang saat berjualan di dalam lapak pasar jarang dikunjungi pembeli, apa lagi pedagang yang menempati lapak yang berada di bagian belakang.
“Di depan itu ada tembok, saat kami masuk ke dalam lapak pasar orang yang datang tidak lihat maka tidak masuk ke dalam lapak. Mereka hanya lewat saja”, kata Anton, pedagang ubi dari Nuabosi.
Anton juga mengatakan mereka kembali ke jalan karena ada pedagang musiman yang datang ke pasar tidak masuk ke dalam los pasar dan memilih berjualan di jalan.
“Kami juga tidak bisa terima pak, karena mereka baru datang jualan di bahu jalan dan saat itu jualan kami tidak laku karena mereka palang di depan,” katanya.
Kondisi yang dikeluhkan oleh pedagang tersebut mesti disikapi pemerintah. Khusus di kompleks pasar sayur. Tembok yang berada di depan los pasar mesti dipotong bahkan diratakan.
“Kita lihat situasi di pasar ini. Setiap hari ditertibkan tapi pedagang tetap kembali ke jalan. Mestinya tembok pagar itu dipotong lagi agar tidak menghalangi penjual dan pembeli,” kata Wulunk Tola, warga Ende.
Ia mengatakan saat ini para pedagang berjualan di badan jalan memanfaatkan space dibawa pagar tembok tersebut. Jika tembok itu dipotong maka tidak ada lagi yang memanfaatkan ruang tersebut.
Kasat Pol PP Ende, Ibrahim mengatakan pihaknya akan menempati petugas di setiap sudut pasar untuk mencegah pedagang yang masih main kucing- kucingan.
“Kita akan tempat anggota untuk piket di pasar dari pagi hingga sore,’ katanya.
Ditegaskannya kedepannya tindakan yang diambil oleh petugas tidak lagi hanya sebatas mengamankan barang ke kantor tetapi akan melakukan pemusnahan untuk memberikan efek jerah kepada pedagang yang melawan.
“Jika seperti ini terus maka kita akan ambil tindakan yang lebih tegas lagi. Barang yang kita amankan akan dimusnahkan. Kami harap pedagang tidak lagi bermain kucing-kucingan dengan petugas,” kata Ibrahim.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










