ENDE, FLORESPOS.net-Sekolah Menengah Agama Katolik Negeri (SMAKN) Ende menggelar kegiatan Pembinaan ASN dan Gerakan Ekoteologi. Kegiatan ini berlangsung di SMAKN Ende pada Kamis (21/05/2026) dipimpin langsung oleh Direktur Pendidikan Katolik, Albertus Triyatmojo diikuti oleh seluruh ASN dan peserta didik.
Dalam pembinaan ASN, Albertus bertekad untuk mewujudkan SMAKN Ende sebagai sekolah model di NTT. Dirinya mengakui bahwa dalam mewujudkan sekolah model atau sekolah unggul masih banyak indikator yang belum tercapai.
“SMAKN Ende harus menjadi SMAK unggul sesuai arahan Dirjen Bimas Katolik. Masih banyak indikator yang belum dicapai dan ini menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah,” Kata Albertus.
Menurutnya, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi dalam mewujudkan SMAKN Ende yang unggul seperti, persyaratan akreditasi, lulusan yang mampu bersaing di Perguruan Tinggi Negeri, unggul dalam sarana dan prsarana, unggul dalam karakter, dan kualitas guru dalam mendesain pembelajaran dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.
Terkait desain pembelajaran, Albertus mengingatkan kembali kepada para guru mengenai penggunaan aplikasi Learning Management System (LMS) dengan pendekatan STEAM yang ada di SMAKN Ende.
“Para guru sudah dilatih untuk menggunakan aplikasi LMS dengan pendekatan STEAM dalam pembelajaran. Ini bagian dari strategi untuk menuju SMAKN Ende yang unggul. Kita sudah berada di era disrupsi dan semua dibantu oleh teknologi”.
Ia juga mengingatkan kepada para guru agar selalu memberi edukasi kepada peserta didik untuk menggunakan teknologi secara bijak.
Menurut Albertus bahwa kekerasan sering terjadi di media sosial seperti kekerasan verbal. Tidak hanya berbicara soal indikator SMAK unggul, Albertus juga menginginkan SMAKN Ende menjadi contoh penerapan ekoteologi.
“SMAKN Ende harus menjadi contoh bagaimana penerapan ekoteologi di satuan pendidikan. Penerapan ekoteologi ini merupakan bagian penting dari aplikasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang secara khusus terdapat di dalam mata pelajaran Moral Kristiani dan Dogma,” jelas Albertus.
Plh. Kepala Bidang Pendidikan Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama NTT, Fransiskus Kehi dalam sambutan mengatakan bahwa Kabupaten Ende layak mendapatkan SMAKN Ende.
Hal ini menurutnya bahwa Ende dalam sejarahnya telah menjadi pusat pendidikan atau kota pelajar di NTT. Saatnya SMAKN Ende harus membuktikan diri sebagai sekolah unggul di NTT.
Usai pembinaan ASN, Direktur Pendidikan Katolik didampingi Plt. Kepala Bidang Pendidikan Katolik dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende melakukan aksi nyata ekoteologi. Aksi nyata ini berupa penanaman 200 stek pohon waru dan membersihkan sampah plastik di sepanjang pesisir pantai Nanganesa.
Turut hadir dalam kegiatan ekotelogi ini, anggota DPR Dapil Ndona, Martinus Tata, Kepala SMAKN Ende, Para pegawai Ditjen Bimas Katolik, para guru dan pegawai SMAKN Ende dan seluruh peserta didik. * (Humas SMAKN Ende).
Editor : Willy Aran










