Dies Natalis ke-63 PMKRI Ende Gelar Nobar Film Pesta Babi, Yustinus: Tidak untuk Provokasi - FloresPos Net

Dies Natalis ke-63 PMKRI Ende Gelar Nobar Film Pesta Babi, Yustinus: Tidak untuk Provokasi

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende merayakan ulang tahun atau Dies Natalis yang ke -63.

Perayaan ulang tahun ini dirayakan secara sederhana dengan menggelar nonton bareng (nobar) Film Dokumenter Pesta Babi karya Cypri Paju dan Dandhy Laksono yang mengangkat realitas di Provinsi Papua Selatan.

Nobar Pesta Babi digelar di Marga Siswa PMKRI Ende, Rabu (20/5/2026) malam.

Nobar ini melibatkan alumni, senior PMKRI serta aktivis dari OKP Cipayung plus dan jurnalis di Ende. Setelah nobar dilanjutkan diskusi terbatas yang dipandu langsung oleh Yustinus Sani, Ketua Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI Ende.

Nobar dan diskusi terbatas perayaan dies natalis PMKRI Ende berlangsung aman hingga selesai.

Ketua Forkoma PMKRI Ende, Yustinus Sani saat membuka kegiatan Nobar Film Pesta Babi mengatakan film ini adalah sebuah karya seni anak bangsa yang patut diapresiasi.

“Saya baru baca sinopsis Film Pesta Babi dan diketahui dalam film ini adalah sebuah karya seni yang ditonjolkan. Ini karya anak bangsa yang patut diapresiasi,” katanya.

Diawal nobar tersebut Yustinus Sani menekankan kegiatan nobar ini tidak dalam konteks untuk memprovokasi namun untuk merangsang para aktivis mengetahui alur cerita film ini kemudian melihat persoalan yang terjadi baik yang diangkat dalam film maupun yang ada di Flores, NTT.

“Kita nonton dalam konteks tidak untuk provokasi tapi untuk merangsang teman- teman mengetahui alur ceritanya. Jika diketahui ada yang tidak beres yang diangkat dalam film itu maka orang muda harus berpikir kritis,” katanya.

Baca Juga :  Abrasi Pantai Terjang Enam Rumah Warga di Pesisir Ndori-Ende

Yustinus Sani mengatakan PMKRI adalah bagian kecil dari anak muda bangsa ini yang tetap berpikir tentang masa depan bangsa dan keberlanjutan kehidupan masyarakat serta ekologi.

“PMKRI cinta bangsa ini maka harus berpikir kritis tentang masa depan bangsa. Setelah kita nonton, kita nyimak dan kita berdiskusi dalam konteks kekinian di rumah kita di kompleks tempat tinggal kita, di kampung kita dan di kabupaten kita masing- masing”.

“Dari film ini kita melihat realitas di sekitar kita karena Papua itu terlalu jauh. Ende ini kota pancasila maka otak dari orang muda harus dirangsang untuk berpikir kreatif,” kata Yustinus Sani.

Setelah nobar beberapa aktivis memberikan pandangan dan pendapatnya terkait realitas yang diangkat dalam film Pesta Babi.

Dalam pandangan tersebut beberapa aktivis menyentil soal salah satu pembangunan di Flores yang dinilai merusak lingkungan yaitu proyek panas bumi Geothermal.

Yustinus Sani yang memandu diskusi mengatakan diskusi ini hanya untuk membangkitkan daya kritis peserta nobar melihat persoalan Papua Selatan dikaitkan dengan realitas yang ada di Flores.

Ia mengatakan kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah tidak semuanya salah namun jika kebijakan itu mengancam kehidupan dan ekologi maka harus dikritisi.

“Tidak semuanya pemerintah salah karena yang namanya pembangunan pasti ada pengorbanan. Kita lihat gusur bangun jalan saja pasti ada pohon atau tanaman yang dikorbankan. Semua pembangunan pasti ada pengorbanan maka harus didiskusikan dengan baik”.

Baca Juga :  Korwas Dikmen Ngada : FLS2N dan O2SN Jangan Sekadar Orientasi Juara

Yustinus Sani mengatakan film dokumenter Pesta Babi adalah sebuah karya anak bangsa melihat persoalan yang terjadi di Papua Selatan. Film ini merangsang anak bangsa untuk berpikir kritis melihat persoalan dalam kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

Kata Yustinus Sani, karya seni anak bangsa yang perlu di apresiasi karena berani mengangkat realita pembangunan yang tidak berperikemanusiaan dan mengabaikan adat istiadat yang hidup ribuan tahun di tanah Papua dan di mana saja seantero muka bumi ini.

“Membongkar dan membangun itu sudah pasti, tapi membongkar dan merusak lingkungan alam yang sangat masif perlu di kutuk dan di lawan,” katanya.

Ketua PMKRI Ende, Daniel Turot menyampaikan terima kasih kepada alumni, senior dan aktivis dari Cipayung yang hadir dalam nobar dan ikut merayakan Dies Natalis PMKRI Ende.

Ia mengatakan dalam rentang enam puluh tiga tahun PMKRI Ende sudah banyak terlibat dalam garis perjuangan untuk orang kecil seperti yang dilakukan bersama masyarakat Sempadan Ndao dan warga jalan Irian Jaya beberapa waktu lalu.

Daniel menegaskan PMKRI Ende dalam kiprahnya tetap berada pada rel atau garis perjuangan untuk orang kecil dan melawan kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada masyarakat dan merusak ekologi.

“Terima kasih untuk semuanya yang telah hadir pada malam ini. Mari kita tetap sama-sama berada pada garis perjuangan untuk orang kecil atau masyarakat yang menjadi korban dari kebijakan,” katanya.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

PSN Ngada Menuju Putaran Nasional Liga 4–Momentum untuk Melangkah Lebih Jauh
SMAK St. Agustinus Gandeng Puskesmas Langa, Gelar Edukasi Kesehatan Mental Peserta Didik
Polres Ngada Gelar Sertijab, Dua Putra Nagekeo Jabat Kasat Reskrim dan Kasat Intel
Nando Watu Inisiasi “Mera Bego” Beasiswa Bagi Perempuan Maknai HKN
DPRD TTU Studi Tiru Pengelolaan Keuangan Daerah di Manggarai Timur
Dua Siswa SMAK Syuradikara Raih Beasiswa ke Universitas Nantong China
Pemkab Sikka Raih Peringkat 3 Terbaik Regional Nusa Tenggara-Maluku, Dapat Insentif Fiskal Rp1 Miliar
Lokasi Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Berbatasan dengan Kawasan Hutan Lindung
Berita ini 98 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:11 WITA

PSN Ngada Menuju Putaran Nasional Liga 4–Momentum untuk Melangkah Lebih Jauh

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:34 WITA

Dies Natalis ke-63 PMKRI Ende Gelar Nobar Film Pesta Babi, Yustinus: Tidak untuk Provokasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:05 WITA

SMAK St. Agustinus Gandeng Puskesmas Langa, Gelar Edukasi Kesehatan Mental Peserta Didik

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:01 WITA

Polres Ngada Gelar Sertijab, Dua Putra Nagekeo Jabat Kasat Reskrim dan Kasat Intel

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:41 WITA

Nando Watu Inisiasi “Mera Bego” Beasiswa Bagi Perempuan Maknai HKN

Berita Terbaru