”Keamanan adalah fondasi dari kualitas pariwisata. Pariwisata yang maju adalah pariwisata yang aman. Tanpa rasa aman, tidak akan ada kepercayaan wisatawan. Semua itu tergantung dari pengalaman wisatawan, dan yang membuat mereka kembali lagi adalah kepercayaan dan rasa aman yang dihadirkan oleh teman-teman semua,” ujar Martini saat membuka kegiatan pelatihan, Selasa (22/9/2026) di Kantor BPOLBF.
Menurutnya, kompetensi menjadi kebutuhan mutlak bagi pelaku pariwisata, terutama mereka yang berhadapan langsung dengan wisatawan dalam aktivitas yang memiliki risiko keselamatan.
“Jadikan pelatihan ini sebagai bekal kita semua dengan memastikan bahwa setiap individu dapat mengidentifikasi risiko, mengedukasi wisatawan dengan tegas dan santun, serta melakukan penanganan darurat dengan cepat dan tepat,” lanjutnya.
Sementara itu, Petrus A. Rasyid, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan, Kabupaten Manggarai Barat menekankan bahwa pengalaman wisatawan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberlanjutan kunjungan ke Labuan Bajo.
Teknologi dan berbagai platform digital dapat membantu wisatawan menemukan dan mengakses Labuan Bajo, namun kualitas pelayanan menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman wisatawan.
“Yang membuat orang datang ke sini itu banyak. Teknologi digital, misalnya, membuat orang bisa datang ke Labuan Bajo. Tetapi yang membuat orang mau datang kembali ke Labuan Bajo adalah pengalaman. Ada sentuhan personal dan pelayanan dari Bapak dan Ibu semua yang tidak dapat digantikan oleh teknologi,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai platform dan layanan digital, mulai dari Si Ora, Gendang Mabar, hingga platform pemesanan perjalanan seperti Tiket.com, dapat membantu menarik wisatawan berkunjung. Namun, pengalaman yang diberikan selama berada di destinasi menjadi bagian penting dalam mendorong wisatawan untuk kembali.
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










