RUTENG, FLORESPOS.net-Vikep Kevikepan Reo, Keuskupan Ruteng Reverendus Dominus (RD) Heman Ando meninggal dunia di Denpasar Bali pada Rabu (30/7/2025) malam. Ia meninggal dunia dalam usia 69 tahun, 10 bulan dan 7 hari.
Berita meninggalnya Vikep yang pada 23 Juni 2025 lalu merayakan Pancawindu Imamatnya ini tersiar di sejumlah laman media sosial dan informasi resmi di beberapa grup WhatsApp (WA) termasuk Grup WA Panitia 10 Tahun Kevikepan Reo ada Rabu 30 Juli 2025 pukul 21.34 Wita.
Orang pertama yang mengunggah berita ini adalah Pastor Rekan Paroki Reo RD. Yosef Oriol Dampuk atau akrab disapa Romo Yoris. “Selamat Jalan ke Surga Rono Vikep. Mari kita doakan keselamatan jiwa Rm. Herman,” tulis Romo Yoris.
Profil Singkat Romo Vikep Reo
Vikep Reo RD. Herman Ando merupakan sulung dari 8 bersaudara kelahiran Deru, Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, 23 September 1955 dari pasangan Bapak Lukas Nio (alm) dan Mama Kristina Manur (alm).
Ia memiliki 7 orang adik yakni Dorotea Malon, Nda Imakulata, Emiliana (alm) Hilarius Majil (alm), Maria Siman Jaghung, Sofia Lundung, dan bungsu Emanuela Sano.
RD Herman mengikuti pendidikan SDK Mukun 1 (1964-1969), SMP-SMA Seminari Pius XII Kisol (1970-1977;); Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret 1978-1984, dan kuliah di STFK Ledalero 1979-1984.
Di saat Frater Herman Ando mengikuti tahapan formasi di Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret tahun 1979, ayahanda tercinta Lukas Nio meninggal dunia.
Meski ayahanda dipanggil Tuhan, panggilan untuk menjadi imam dalam diri putra Deru itu tetap kuat. Hal ini terjadi berkat adanya dukungan yang kuat dari keluarga besar termasuk penjasa Bapak Angkat Yosef Ndajik.
Berkat dukungan keluarga maka, Frater Herman Ando ditahbiskan menjadi diakon oleh Uskup Atambua saat itu Mgr. Thedorus Sulama, SVD pada 8 Oktober 1984.
Usai ditahbiskan menjadi diakon ia kemudian dipercaya menjadi socius yang ditugasi bantu mendampingi Fratres Tahun Oriantesi Rohani (TOR) Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret.
Pada tanggal 23 Juni 1985, Diakon Herman Ando bersama tiga diakon lainnya yakni Diakon Yohanaes Hairun, SVD; Diakon Vinsensius Jolasa SVD dan Diakon Kanisius Jalang, SVD diitahbiskan menjadi imam oleh Uskup Keuskupan Ruteng saat itu Mgr. Eduardus Sangsun,SVD di Borong.
Selama ziarah imamatnya, Romo Herman Ando berturut-turut bertugas di beberapa paroki dan lembaga sekolah di antaranya Pastor Rekan Paroki Reo-SMAK Santo Gregorius Reo, Paroki Loce/Pateng, Cikanyere/Bogor, Wukir, Dosen Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Santo Sirilus Ruteng, Direktur Puspas Keuskupan Ruteng-Komisi Kerohanian, Kerawam, dan keluarga tahun 2000-2015, dan Vikep Reo. *
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando











