Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku - FloresPos Net

Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Seorang guru agama Katolik di SMPN Kewapante, Kabupaten Sikka merasa harga dirinya diinjak-injak dan diperlakukan tidak sepantasnya saat mengurus berkas di kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sikka.

Drinya datang ke Kantor Kemenag Sikka pada hari Selasa (4/8/2026) untuk mengantar berkas riwayat mengajar dan hendak berurusan dengan operator Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Simpatika) namun dirinya disuruh pulang bahkan terlontar kata “Monyet” dari seorang staf.

“Kemenag Sikka seharusnya menjadi garda terdepan dalam berbicara soal moral dan etika.Kita mengharapkan agar hal seperti ini tidak perlu terjadi lagi,” tegas Yohanes Lidi Wakil Ketua Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka (Taksi) saat konferensi pers, Kamis (6/8/2026).

Yohanes sebutkan, patut diduga kejadian seperti ini bukan baru pertama kali dialami oleh guru agama yang sedang mengurus berkas mereka di Kantor Kemenag Kabupaten Sikka.

Ia menyarankan untuk adanya rotasi atau penyegaran di Seksi Pendidikan Katolik Kemenag Kabupaten Sikka dan pihaknya berharap agar jangan terulang lagi kejadian yang menimpa para guru.

Baca Juga :  Dialog Bersama Kelompok Cipayung Plus, Wabup Sikka Paparkan Keberhasilan di Bidang Kesehatan

“Kami harapkan dari pihak Kementrian Agama dapat mengambil langkah tegas terhadap perilaku oknum-oknum di Seksi Pendidikan Katolik di Kantor Kemenag Sikka tersebut,” pintasnya.

Sementara itu, Ritwan Bas Putra Korwil Ikatan Guru Sertifikasi (Taksi) Kecamatan Waigete menegaskan, masalah yang dialami guru Marselinus Atapukan sungguh sesuatu hal yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Ritwan mengatakan, hal ini seharusnya tdiak perlu terjadi apalagi ini terjadi di Kantor Kementrian Agama (Kemenag) yang seharusnya menunjukan yang terbaik tetapi malah sebaliknya.

“Dari ceritera yang disampaikan, kejadian ini terstruktur sebab mungkin saja staf di Kemenag Sikka emosi dan memendam rasa dari hal-hal yang terjadi sebelumnya,” ungkapnya.

Dimana kata Ritwan, sebelumnya guru Marselinus bersama guru agama lainnya mengharapkan agar pembayaran TPG selama 6 bulan yang tertunda dibayarkan sehingga staf Kemenag Sikka merasa hal tersebut tidak benar.

Baca Juga :  Defisit Perdagangan NTT Tahun 2024 Rp 51 Triliun, Beli Pinang Rp1 Triliun

Hal ini sebut dia, membuat staf di Kantor Kemenag Sikka pun dengan rasa kebencian menyusun rencana sehingga saat guru Marselinus datang maka mereka tidak melayani.

“Sehingga kepala seksi sampai mengucapkan kalimat “Saya Ini Berkuasa” artinya Kepala Seksi sedang menjadi “Raja Kecil” di wilayah kerjanya Kantor Kemenag Sikka,” sesalnya.

Ritwan menegaskan, apa yang dialami guru Marselinus sungguh tidak sepantasnya dibuat oleh mereka yang seharusnya menjadi penunjuk jalan yang benar, tetapi itulah yang terjadi.

Dirinya berharap agar kasus tersebut diproses hukum apalagi guru Marselinus telah melaporkan kejadian yang menimpa dirinya di Polres Sikka agar bisa diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Harapan kami agar proses hukum yang telah dilalui kami dari Taksi mendukung penuh sebab satu guru tersakiti sama dengan semua guru tersakiti.Orang baik itu terlahir dari didikan guru,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi
Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri
Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten
Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende
TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako
Keluarga Almarhum Alfonsius Ucapkan Terima Kasih Kepada Bupati Sikka dan Semua Pihak yang Terlibat dalam Pemulangan Jenasah
Pemerintah Akan Laksanakan Upacara Penghormatan Saat Pemakanan Almarhum Alfonsius, Korban Penembakan KKB di Papua
Ratusan Warga Iringi Jenasah Almarhum Alfonsius Dari Bandara Menuju Rumah Duka
Berita ini 161 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:19 WITA

Pembangunan Gedung KNMP Nioniba Ende Belum Rampung, Rekanan Sampaikan Kendala yang Dihadapi

Senin, 14 September 2026 - 10:02 WITA

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 September 2026 - 09:49 WITA

Alumni Akpol 95 Kirim 1.200 Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Tiga Kabupaten

Minggu, 13 September 2026 - 15:44 WITA

Masa Tanggap Darurat Berakhir, BNPB Soroti Lambannya Verifikasi Data Kerusakan Rumah di Ende

Minggu, 13 September 2026 - 15:38 WITA

TNI Distribusikan 400 Tenda, Ribuan Peralatan Tidur dan Belasan Ribu Paket Sembako

Berita Terbaru

Opini

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 Sep 2026 - 14:58 WITA

Nusa Bunga

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 Sep 2026 - 10:02 WITA