Sekda Baut: Rumah Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat 14.067 Unit - FloresPos Net

Sekda Baut: Rumah Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat 14.067 Unit

- Jurnalis

Rabu, 30 September 2026 - 12:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Total rumah terdampak gempa bumi Flores 2026 di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 14.067 unit.

Rusak ringan 4.580 unit, rusak sedang 1.589 unit, rusak berat 488, dan tidak sesuai klarifikasi 7.410 unit. Korban jiwa akibat bencana dahsyat pertengahan Agustus itu sekitar satu orang.

Demikian Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Mabar, Pius Baut, menanggapi media ini di Labuan Bajo baru-baru ini, terkait dampak gempa bumi Flores berkekuatan M 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu.

Menurutnya, dokumen kajian dan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana sedang disusun oleh tim, dan selama ini sudah melaksanakan rapat koordinasi melalui OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar untuk menyiapkan data.

“Kerugian tidak boleh terka-terka, harus berbasis data. Dan itu semua nanti termuat di dalam dokumen, di R3P. Itu sudah lapor resmi,” kata Baut.

Total korban rumah terdampak gempa bumi Flores di wilayah Mabar yaitu 14.067 unit. Klasifikasinya, rusak ringan 4.580 unit, rusak sedang 1.589 unit, rusak berat 488, dan tidak sesuai klarifikasi 7.410 unit.

Baca Juga :  Setelah Semana Santa, Flores Timur Gelar Festival Bale Nagi 2024

Terkait bantuan buat rumah-rumah yang rusak, kata Baut, dibagi dalam sejumlah klasifikasi. Kerusakan mulai 20 %.

Sedangkan di bawah itu tidak masuk klasifikasi, itu ada hitung-hitungan oleh tim. Contoh misalnya rumah tembok yang retak dan lain-lain, diverifikasi oleh tim. Ini ada aplikasinya, bisa diakses luas. Semua bisa update datanya. Informasinya transparan.

Pemkab Mabar konsisten menerapkan metode yang diterapkan BNPB. Bagaimana menentukan kerusakan ringan, sedang, dan berat. Itu berbasis presentasi. 20% sampai 30 % masuk kerusakan ringan, 31 % sampai 70 % kerusakan sedang, dan 70% sampai 100 kategori rusak berat.

“Nah yang jadi soal antara 19 % dan 20% kan tipis, betul. Tapi kita harus konsisten dengan aturan tadi. Seperti itu kita paham, kita yang turun berhadapan masyarakat. Tapi kita harus ikut aturan. Karena berdampak pada intervensi negara,” ujar Baut.

Lanjut Baut, terkait bentuk bantuan nanti ada sejumlah skema/program, ada stimulan. Ada yang bangun hunian sementara (Huntara), ada hunian tetap. Dan semua berbasis data akurat.

Untuk yang rusak bera ada dua pilihan. Huntara dibangun oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini BNPB atau mendapat DTH (Dana Tunggu Hunian) Rp600 ribu per bulan, juga dari Pempus. Dan Pemkab Mabar punya data itu. Tinggal masyarakat yang rumahnya rusak berat memilih, mau dibangun Huntara atau mau dapat DTH sebelum bangun hunian tetap oleh pusat.

Baca Juga :  Harapan Lembaga Legislatif Terkait Musrembang, Simak Apa Kata Ketua DPRD Sikka

“Soal ini kembali ke masyarakat, pilih yang mana. Mereka sendiri yang memilih. Ini khusus yang rusak berat tadi, kata Baut yang eks Camat Lembor Mabar dan mantan Kepala Dinas PMD Mabar itu.

Lanjut Baut, bagi yang rusak berat, sebelum dibangun hunian tetap oleh Pemerintah Pusat, sementara diberi 2 opsi/pilihan, mau Huntara atau DTH. Huntara/DTH berlaku hingga hunian tetap dibangun oleh negara yaitu Pempus/BNPB.

Soal waktu bangun, itu pusat yang mengatur. Tugas Pemkab Mabar adalah melaporkan. Melaporkan data lengkap, termasuk melaporkan masyarakat yang memilih sayu dari dua opsi itu. Pilih Huntara atau DTH,” kata Baut.

Menyangkut besar biaya pembangunan rumah tinggal tetap bagi yang rusak berat, Baut berdiplomatis bahwa itu keputusannya ada di BNPB. Bentuknya seperti apa, apakah begitu, nanti kita tunggu saja,” tutup Baut. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan
Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores
Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo
Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal
PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen
182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong
Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 12:52 WITA

Sekda Baut: Rumah Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat 14.067 Unit

Selasa, 29 September 2026 - 20:03 WITA

Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan

Selasa, 29 September 2026 - 19:50 WITA

Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores

Selasa, 29 September 2026 - 19:46 WITA

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 September 2026 - 14:25 WITA

PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:46 WITA