Pertemuan Multi Stakeholder Ngada untuk AKI dan AKB, Hasilkan Lima Rekomendasi - FloresPos Net

Pertemuan Multi Stakeholder Ngada untuk AKI dan AKB, Hasilkan Lima Rekomendasi

- Jurnalis

Senin, 31 Juli 2023 - 09:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan (BP-Litbang) bekerja sama dengan USAID Momentum melakukan kegiatan Pertemuan Multi Stakeholder untuk Kesehatan Ibu dan Bayi.

Pertemuan berlangsung di aula BP-Litbang Kabupaten Ngada, Kamis (27/7/2023) dibuka oleh Kepala BP-Litbang, Hilarius Sutanto didampingi Ketua Komisi III DPRD Ngada, Moses Jala Watu dan dr. Ignatius Henyo Kerong sebagai Senior Program Manager Program Momentum USAID.

Pertemuan itu diikuti oleh BP-Litbang, Komisi III DPRD, Dinas Kesehatan, RSUD Bajawa, Kepala Puskesmas, Perwakilan Tokoh Agama, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Ngada, BPJS, Dinas Sosial, BPMD, Media dan Dinas Infokom.

Edel Mary Quien Mole, Coordinator Ngada Program Momentum USAID kepada Florespos.net, menjelaskan kegiatan ini diharapkan peserta mengetahui tren peningkatan kasus kematian ibu dan bayi dan kesiapan peralatan kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas di Kabupaten Ngada.

Selain itu, kata dia, juga untuk mengetahui Kebijakan Pemerintah Kabupaten Ngada terkait dengan Kesehatan Ibu dan Anak serta dukungan Politik Anggaran yang telah dilakukan oleh DPRD KabupatenNgada terkait dengan Kesehatan Ibu dan Anak.

Hal lain, katanya, adalah mengetahui peran Lembaga Keagamaan yang telah dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Ngada juga kesepakatan bersama terkait pemenuhan peralatan kesehatan bagi Rumah Sakit dan Puskesmas untuk disampaikan kepada Pimpinan Daerah Ngada, DPRD dan pihak terkait lain sesuai kewenangan masing-masing.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan pemaparan materi dan diskusi terkait hal-hal tersebut, hingga pelayanan BPJS kesehatan bagi ibu dan bayi yang baru lahir dan testimoni pimpinan lembaga keagamaan terkait dengan program KIA.

Kepala BP-Litbang Kabupaten Ngada, Hilarius Sutanto mewakili Bupati Ngada, dalam sambutan dan materinya menjelaskan, AKI dan AKB menjadi salah satu tantangan pembangunan kesehatan.

Di NTT, pada tahun 2020 tercatat 149 AKI 744 (kasus kematian neonatal) dan 24,2 persen anak balita stunting. Di Kabupaten Ngada, tahun 2022 tercatat 1 AKI dan 12 AKB. Penyebabnya adalah asfiksia, pneunomia dan cacat bawaan.

Baca Juga :  Pempus Didesak Alokasikan Pupuk Sesuai Kebutuhan Ril Manggarai Barat

Hilarius menjelaskan, sesuai visi dan misi daerah, terwujudnya masyarakat yang unggul, mandiri dan berbudaya berbasis pertanian dan pariwisata berwawasan lingkungan. Misi kedua, meningkatkan kualitas daya saing sumber daya manusia.

Penjabaran misi ini, tujuannya adalah meningkatkan kualitas desain sumber daya manusia dengan sasaran semakin baiknya derajat kesehatan masyarakat dan strategi adalah mengoptimalisasi pelayanan kesehatan ibu, bayi dan balita.

Dari strategi itu, arah kebijakan adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi, peningkatan cakupan pelayanan ibu hamil dan balita serta intensifikasi penanganan stunting.

Dalam upaya penurunan AKI dan AKB, maka hal yang perlu menjadi prioritas adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan dan melengkapi sarana prasarana penunjang pelayanan kesehatan.

Hal lain, kata Hilarius, adalah peningkatan cakupan perlindungan sosial dan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, berkebutuhan khusus usia lanjut dan para pekerja non formal serta pengentasan kemiskinan berbasis keluarga.

Total APBD Ngada tahun 2023 sebesar Rp. 901.189.085 429. Di mana anggaran untuk kesehatan pada Dinas Kesehatan sebesar Rp 154.019. 837 .903 dengan rincian Dinas Kesehatan sebesar Rp 90.717.500.573 dan pada RSUD sebesar Rp 63. 302 337 330.

Dirincikannya pula, bahwa spesifik urusan kesehatan sebesar Rp.35. 172. 956. 000 yang mendukung AKI dan AKB sebesar Rp 8.410.409.200. Rincian kegiatannya adalah untuk pengelolaan kesehatan ibu hamil, pengalihan obat dan vaksin, pengelolaan pelayanan kesehatan gizi masyarakat dan pengelolaan jaminan kesehatan masyarakat.

Senior Manager Program Momentum USAID, dr. Ignatius Henyo Kerong mengatakan, hampir 70 persen kematian ibu dan bayi terjadi di tempat pelayanan kesehatan. Faktor penyebab AKI dan AKB, salah satunya ialah 3 terlambat.

“Tentunya ini harus jadi perhatian serius bagi kita semua mulai dari kompetensi tenaga kesehatan sampai dengan prosedural yang harus dilalui untuk mendapat pelayanan,” katanya.

Baca Juga :  Pembangunan Puncak Pramuka Masih Proses Tender

“Selain itu 3 terlambat juga sangat berpengaruh yakni terlambat dalam mengambil keputusan karena masih berunding dengan keluarga, terlambat sampai ke tempat rujukan, dan terlambat dalam mendapat pelayanan di fasilitas kesehatan,” kata dr Henyo.

Lima Rekomendasi

Pertemuan itu menghasilkan lima rekomendasi tentang Kebijakan Pemerintah Kabupaten Ngada terkait dengan Kesehatan Ibu (Angka Kematian Ibu) dan Angka Kematian Bayi/Anak (AKB) terutama pemenuhan peralatan kesehatan rumah sakit dan Puskesmas serta situasi terkini AKI dan AKB Ngada dan kesiapan peralatan kesehatan pada rumah sakit dan Puskesmas di Kabupaten Ngada, juga dukungan politik anggaran dan regulasi terkait dengan Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Ngada yang diperoleh dari diskusi dan pemaparan materi.

Lima rekomendasi dimaksud; Pertama, perlu diterbitkan Perbup tentang Pedoman Rujukan. Kedua, Perlu dilakukan Rapat Dengar Pendapat Bersama DPRD terkait pemenuhan kompetensi tenaga kesehatan dan peralatan kesehatan di FKTP dan Rujukan lanjutan.

Ketiga, sinkronisasi perencanaan pembangunan yang mendukung penurunan AKI dan AKB dengan perencanaan melalui Dana Desa.

Keempat, prioritas penanganan pada penurunan AKI dan AKB melalui pelatihan ANC bermutu bagi tenaga kesehatan di Puskesmas dan jaringannya.

Kelima, mendukung program Kelompok Umat Basis (KUB) Peduli Ibu hamil sebagai model Inovasi yang bisa dikembangkan di Kabupaten Ngada.

Rekomendasi ini ditandatangani peserta pertemuan, yaitu Moses Jala Watu selaku Ketua Komisi III DPRD Ngada, dr. Ignatius Henyo Kerong sebagai Senior Program Manager Program Momentum USAID, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Ngada, Blandina Mamo, SE, Kepala BP-Litbang Ngada, Drs. Hilarius Sutanto.

Seterusnya, Kepala BPJS Ngada, Karno Lero, Kadis Kesehatan Ngada, Dr. Yovita B. M. Due, Kadis Sosial Ngada, Wilibrodus Kaju, Direktur RSUD Bajawa, Dr. Paulina H.H. Peletimu, Sp., Kabid Pemberdayaan Perempuan pada Dinas PMDP3A Ngada, Matilde P. Laban, Kapus Aimere, Andreas Tipo dan Perwakilan IBI Ngada, Kristina Ari. *

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Bupati Endi: Pancasila Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia
Delapan Sanggar di Ende Ikut Lomba Naro Memperebutkan Piala Bupati
Literasi Fondasi Utama Membangun Sumber Daya Manusia Berkualitas
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:12 WITA

Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:43 WITA

Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:02 WITA

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:38 WITA

Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:24 WITA

Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Rabu, 3 Jun 2026 - 16:02 WITA