In Flores, BBKSDA NTT dan LNBM Perkuat Bisnis dan Jasa Wisata di Kawasan Konservasi Komodo - FloresPos Net

In Flores, BBKSDA NTT dan LNBM Perkuat Bisnis dan Jasa Wisata di Kawasan Konservasi Komodo

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RIUNG, FLORESPOS.net-United Nations Development Programme (UNDP) melalui In Flores, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT, dan Lembaga Nusa Bunga Mandiri (LNBM) memperkuat program pengembangan bisnis ramah keanekaragaman hayati dan program pengembangan pengelolaan jasa wisata berbasis masyarakat lokal.

Kegiatan menyasar pada 8 Kelompok Tani Hutan (KTH) yang tersebar di dkawasan konservasi Komodo, khususnya Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai dan Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Provinsi NTT.

Untuk menyukseskan dua program pengembangan tersebut, In Flores dan BBKSDA NTT melalui LNBM sebagai lembaga pengelola proyek menggelar tiga kegiatan penting.

Kegiatan dimaksud Rapid Rusal Appraissal (RRA), Participatory Rural Appraissal (PRA) dan Free, Prior and Informed Consent (FPIC).

Hasil tiga kegiatan ini dipresentasikan pada dua titik yakni untuk Program Pengembanan Bisnis Keanekaragaman Hayati di laksanakan di Aula Madrasah ALiyah Hidayatullah BAR, Marotauk, Desa Sambinasi Tengah.

Dan untuk Program pengembangan pengelolaan jasa wisata berbasis masyarakat lokal dilaksanakan di Aula Hotel Bintang Wisata Riung, Kelurahan Nangamese, Kecamatan Riung, pada Selasa(21/7/2026) hingga Rabu (22/7/2026).

Selaku fasilitator kegiatan, untuk di Aula Hotel Bintang Wisata Riung dipimpin Ketua Tim Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil, M.Th yang juga Direktur LNBM, dan kegiatan di Aula Madrasah ALiyah Hidayatullah BAR, Marotauk difasilitasi Antonius Mbukut, S.Fil, M.Th yang juga Sekretaris Eksekutif LNBM.

Selaku moderator kegiatan di Hotel Wisata Riung staf LNBM Walburgus Abulat.

Kegiatan di Hotel Bintang Wisata Riung dibuka oleh Plt. Penjabat Camat Riung Arman Lontar dan ditutup oleh Asisten II Setda Ngada Dr. Nicolaus Noywuli, S.Pt, M.Si. Sementara Kegiatan di Marotauk dibuka dan ditutup oleh Penjabat Kepala Desa Sambinasi Tengah Karim Dompu.

Ada pun lokasi dan sasaran RRA, PRA, dan FPIC terpusat pada 8 Kelompok Tani Hutan (KTH) yakni KTH Weki Ndai Kelurahan Pota, dan tiga KTH yakni KTH Ghese Berek, KTH Ratu Kelambu, dan KTH Nai Dia yang tersebar pada Desa Sambinasi, Sambinasi Tengah, dan Sambinasi Barat, Kecamatan Riung.

Baca Juga :  Partai Golkar dan Gerindra Pimpin Perolehan Suara DPRD Ngada

Keempat KTH di atas terfokus pada pengembangan Program Pengembangan Bisnis Keanekaragaman Hayati.

Sementara empat KTH yang terfokus untuk kegiatan pengembangan pengelolaan usaha jasa wisata yakni KTH Rumput Laut, KTH Dhia Imus, KTP Pelaku Usaha Pariwisata Riung (PUPR), dan Bank Sampah Lestari Riung.

Empat KTH yang disebutkan terakhir ini tersebar di Kelurahan Nangamese, Kelurahan Benteng Tengah, dan Desa Ite Jaya, Kecamatan Riung.

Untuk mengetahui perkembangan usaha pada KTH dan desa yang dituju, Tim Fasilitator melakukan survei pendahuluan (RRA) untuk mengetahui gambaran awal mengenai kondisi sosial, ekonomi, kelembagaan, dan potensi masyarakat.

Untuk mendalami situasi warga dampingan dan kondisi masyarakat setempat, Tim Fasilitator melakukan wawancara mendalam (PRA) untuk mengidentifikasi potensi, permasalahan, kebutuhan dan menyusun kegiatan secara partisipatif bersama masyarakat.

Sedangkan untuk FPIC dilakukan untuk menggali proses persetujuan masyarakat secara bebas, didahului dan berdasarkan informasi yang memadai.

Ketua Tim Kanisius Teobaldus Deki, S.Fil, M.Th selaku fasilitator kegiatan pengembangan pengelolaan Jasa Wisata Berbasis Masyarakat Lokal di hadapan peserta kegiatan antara lain menggarisbawahi pentingnya program pengembangan pengelolaan jasa wisata berbasis masyarakat.

Selain itu, pentingnya memahami hal-hal prinsip FPIC yang meliputi: tujuan, manfaat, hak dan kewajiban peserta, mekanisme pelaksanaan program, serta hal-hal terkait pengelolaan jasa wisata lainnya.

Ketua Tim pada kesempatan ini juga menjelaskan prinsip RRA, PRA dan pentingnya kolaboratif dalam menyukseskan aneka program pemberdayaan usaha jasa wisata.

Sementara Fasilitator Antonius Mbukut selaku Ketua Pelaksana Program antara lain membahas tentang esensi pengembangan bisnis ramah keanekaragaman hayati, prinsip FPIC.

Baca Juga :  Pastor Paroki Kajong Manggarai Diundang Khusus Gubernur NTT Hadiri HUT Kemerdekaan RI di Kupang

Juga pentingnya observasi lapangan, pemetaan partisipatif potensi desa dan kawasan konservasi, identifikasi peluang, analisis prioritas pengembangan bisnis, dan beberapa rencana aksi pengembangan bisnis ramah keanekaragaman hayati.

Selain materi dari dua narasumber tersebut, juga kegiatan di Hotel Bintang Wisata Riung juga dimaknai dengan materi yang dibawakan oleh Coordinator Project In Flores, Mulya Hutomo, S.Pi, M.Si.

Ia antara lain menggarisbawahi pentingnya kolaboratif menyukseskan konservasi dan pariwisata dengan sasaran untuk meningkatkan ekonomi warga dan kelestarian lingkungan.

Pada momen kegiatan di Bintang Wisata Riung juga mendapatkan perhatian dari BBKSDA NTT melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Yohanes B. Fua, S.Hut.

Yohanes B. Fua pada kesempatan ini mengajak elemen warga untuk terus berkolaborasi menyukseskan konservasi, memajukan pariwisata dan memajukan ekonomi yang ramah lingkungan.

Tim BBKSDA NTT juga menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengawasan di antaranya David Daing, Dedy Tagung, Ibu Elen, Ibu Adriana.

Apresiasi

Plt. Penjabat Camat Riung Arman Lontar, Asisten II Setda Ngada Dr. Nicolaus Noywuli, S.Pt, M.Si, dan Penjabat Kepala Desa Sambinasi Tengah Karim Dompu dalam sambutan menyampaikan apresiasi kepada UNDP cq In Flores dan BBKSDA NTT dan LNBM yang telah, sedang, dan akan terus memberdayakan warga di KTH daerah konservasi melalui dua program yakni Pengembanan Bisnis Keanekaragaman Hayati, dan Program pengembangan pengelolaan jasa wisata berbasis masyarakat lokal.

Ketiga pejabat ini meminta peserta kegiatan dan elemen warga lainnya untuk terus berkolaborasi menyukseskan konservasi, dan memajukan pariwisata menuju tujuan bersama agar ekonomi warga semakin membaik.

Hadir dalam kegiatan ini, utusan KTH, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, utusan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa/kelurahan, dan utusan perempuan serta pelaku UMKM dan wisata. *

Penulis : Wall Abulat

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan
Tanggapi Keluhan Warga, Pemerintah Segera Revitalisasi RSUD dan Reformasi Manajemen
Anggota Pramuka SMPK Tri Bhakti Reo Wakili Kwarcab Manggarai di Jamda X NTT dan Jamnas XII 2026
Para Legend NTT Turun Lapangan di Soekarno Cup, Bobi: Kami Hadir untuk Gairahkan Voli di Ende
Hadiri Sertijab Camat Boawae Bupati Simplisius Donatus Tegaskan 3 Peran Utama
Festival Golo Koe: Memobilisasi Orang Berwisata di Labuan Bajo
Up Date Kasus DBD di Ende, Ende Timur Tertinggi Dalam Kota
Hari Anak Nasional di SDI Dorameli, Kolaborasi Jadi Kunci Jaga Senyum Anak di Tengah Keterbatasan Anggaran
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:16 WITA

Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:12 WITA

In Flores, BBKSDA NTT dan LNBM Perkuat Bisnis dan Jasa Wisata di Kawasan Konservasi Komodo

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:08 WITA

Tanggapi Keluhan Warga, Pemerintah Segera Revitalisasi RSUD dan Reformasi Manajemen

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:27 WITA

Anggota Pramuka SMPK Tri Bhakti Reo Wakili Kwarcab Manggarai di Jamda X NTT dan Jamnas XII 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:05 WITA

Para Legend NTT Turun Lapangan di Soekarno Cup, Bobi: Kami Hadir untuk Gairahkan Voli di Ende

Berita Terbaru