ENDE, FLORESPOS.net-Turnamen Voli Soekarno Cup di hari kelima, Kamis (23/7/2026) malam mempertemukan para legenda voli NTT yang tergabung di tim Legend VBC dan salah satu tim tangguh di turnamen ini yaitu Medica Ende.
Pertemuan kedua tim di turnamen ini adalah pertemuan guru dan murid atau bapak dan anak karena pemain di klub Legend VBC sebagiannya pernah menjadi pelatih para pemain Medica.
Para Legend seperti Bobi, Taer, Son, Bento, Breno, Okto, Fano dan beberapa pemain lainnya memang pernah bersinar pada masanya.
Namun faktor usia dan stamina memang tak bisa ditipu. Di pertandingan ini para Legend sering kehilangan poin pada permainan bola kecil atau bola tipuan.
Pemain muda dari Medica memanfaatkan kelemahan dari para Legend. Mereka memainkan bola kecil dan berhasil menaklukan Legend VBC dengan skor telak 3-0.
Laga ini dipimpin wasit Arysto Manggo (Ketua komisi Perwasitan PBVSI Ende) dan Gaspar Rai.
Set pertama dimenangkan Medica Ende dengan perolehan angka 25 – 16.
Set kedua para Legend sempat bangkit namun lagi- lagi usia tak bisa dibohongi. Legend VBC kembali kalah dengan perolehan angka 25 -21.
Para Legend kembali takluk di set ketiga dengan perolehan angka 25 – 18.
Gairahkan Voli Ende
Di turnamen ini para pemain senior yang pernah melegenda di voli Ende, NTT bahkan ke tingkat nasional kembali ke lapangan. Mereka kembali bukan sebagai pelatih namun kali ini bermain melawan anak asuhnya di Medica Ende.
Mereka kembali ke lapangan dengan tujuan bukan untuk mencari juara tetapi hadir memberikan motivasi kepada pemain muda dan PBVSI Ende untuk menggairahkan voli di Kabupaten Ende.
“Kami hadir bukan untuk cari juara tapi memberikan motivasi dan menggairahkan voli di Ende”.
“Kami yang sekarang tergabung di Legend VBC dulu musuh karena bermain di klub yang berbeda. Sekarang kami bersatu untuk memberikan semangat voli di Kabupaten Ende lebih hidup lagi”.
Bobi mengatakan para Legend berharap PBVSI Ende terus menggelar turnamen untuk pemain muda dan mendorong para operator kembali menggelar turnamen.
Menurutnya turnamen harus ditingkatkan untuk melahirkan pemain muda level Provinsi NTT dan nasional.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










