LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Festival Golo Koe (FGK) menjadi momentum untuk mendorong penguatan wisata religi Katolik di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Even ini dimulai Tahun 2024, sekaligus dikembangkan secara terintegrasi dalam rangkaian Travel Pattern-Ziarah Religi Katolik yang menghubungkan 54 destinasi religi dan budaya Katolik yang ada di Pulau Flores.
Demikian dikatakan Andy M. T Marpaung, Direktur Utama (Dirut) Badan Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) pada acara Diskusi dan Kolaborasi Bersama Media (DISKORIA), bertempat di Kantor BPOLBF, Jalan Soekarno-Hata Labuan Bajo, Selasa (21/7/2026).
Acara tersebut (DISKORIA) diselenggarakan BPOLBF, terkait Festival Golo Koe (FGK) di Labuan Bajo ibu kota Mabar yang dijadwalkan 10-15 Agustus. Even akbar ini merupakan tahun kelima penyelenggaraannya pada 2026.
Menurut Andhy, penyelenggaraan event berkualitas tidak hanya menjadi atraksi bagi wisatawan, tetapi juga mampu memperkuat daya saing destinasi dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Berdasarkan kajian Kementerian Pariwisata, kata Andy, event berkualitas adalah event yang mampu memperkuat citra destinasi, mendorong investasi, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Karena itu, Festival Golo Koe menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan pengalaman wisata yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan, ujar Andy.
Masih Andhy, FGK yang sudah masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi salah satu kebanggaan Provinsi NTT.
Dan tahun ini, NTT berhasil menempatkan 3 event unggulan dalam kalender KEN, yaitu FGK Maria Assumpta Nusantara di Mabar, Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari di Kabupaten Manggarai, serta Festival Lamaholot di Kabupaten Flores Timur. FGK sendiri Tahun 2026 ini telah memasuki penyelenggaraan tahun kelima dan tahun kedua masuk dalam 10 besar Katalog KEN.
Pengembangan wisata religi Katolik diharapkan dapat memperkaya produk wisata di Labuan Bajo Flores, memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta memperkuat citra destinasi yang memadukan keindahan alam, budaya, dan spiritualitas.
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










