MAUMERE, FLORESPOS.net-Gempa bumi tektonik Magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026) mengakibatkan 127 orang meninggal dunia dan 166.829 orang masih bertahan di posko pengungsian dan tenda-tenda darurat.
Gempa yang terjadi pukul 05.48 Wita tersebut juga mengakibatkan kerusakan bangunan dan fasilitas publik di 7 kabupaten yang ada di Pulau Flores yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende dan Sikka.
Dampak gempa bumi tektonik yang berpusat di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau sekitar 30 kilometer arah timur laut Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan kedalaman 15 kilometer.
“Bangunan gedung novisiat dan ruang pertamuan kami juga mengalami kerusakan parah dan banyak keretakan,” sebut Suster Iren kepala Kongregasi Suster-Suster Maria Imaculata (SMI) Indonesia yang berpusat di Paroki Habi, Desa Habi, Kecamatan Kange, Kabupaten Sikka, Jumat (4/9/2026).
Suster Iren mengharapkan pemerintah lebih fokus melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan kepada para korban yang kehilangan tem[at tinggal akibat rumahnya dan bangunannya rubuh.
Ia menyebutkan, kehilangan tempat tinggal berarti kehilangan segala-galanya untuk mereka baik pakaian, makanan dan segala perlengkapan rumah tangga yang mengalami kerusakan.
“Kami berharap mungkin pemerintah setempat bisa terjun langsung ke rumah-rumah masyarakat yang mengalami kerusakan parah dan tidak bisa ditinggali atau bangunan yang tidak bisa dipergunakan lagi,” pesannya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










