ENDE, FLORESPOS.net-Kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kabupaten Ende masih terus ditemukan di hampir semua kecamatan.
Data yang diperoleh media ini dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Selasa (21/7/2026) lalu menyebutkan dalam rentang waktu Januari-Juli 2026 terdapat 39 kasus. Pada tahun 2025 lalu terdapat 53 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Fransiska Nusa Numba Ero melalui Kepala Bidang P2P kepada Florespos.net mengatakan jumlah kasus tersebut tersebar pada beberapa kecamatan.
Dinkes melalui Bidang P2P mencatat angka kasus tersebut paling tinggi ditemukan di Kecamatan Ende Timur dengan jumlah 10 kasus menyusul Ende Utara dengan 8 kasus.
Kasus DBD juga ditemukan di Kecamatan Ende Tengah sebanyak 5 kasus, Ende Selatan 5 kasus, Lio Timur 3 kasus, Ndori 2 kasus, Wolowaru, Maurole, Maukaro dan Kecamatan Ende masing- masing satu kasus.
Dinas Kesehatan juga mencatat kasus DBD berdasarkan rentang usia. Berdasarkan data rentang usia 1-4 tahun 5 kasus, usia 5-14 tahun 15 kasus, usia 15-44 tahun 14 kasus, usia diatas 44 tahun 4 kasus.
“DBD tidak mengenal usia dan bisa menyerang siapa saja maka kita harus waspada meskipun belum ada korban jiwa,” katanya.
Upaya penanganan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan yakni mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan 3 M plus. Melakukan pengasapan di lokasi kasus DBD atau foging fokus.
Saat ini Dinkes Ende dan Puskemas kehabisan stok Abate sehingga tidak bisa dibagikan kepada masyarakat.
Dinas Kesehatan sudah mengajukan ke provinsi dan berharap segera direalisasikan.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando









