Inovasi Siswa SMK Budi Luhur Maumere Ciptakan Kompor Berbahan Bakar Olie Bekas

- Jurnalis

Minggu, 4 Mei 2025 - 15:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Ada yang berbeda saat pameran dan gelar karya SMA, SMK dan SLB di Kabupaten Sikka saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Jumat (2/5/2025) di halaman Kantor Bupati Sikka.

Stand SMK Budi Luhur Maumere dipenuhi peserta apel peringatan Hardiknas saat pameran hasil karya dibuka dan ditandai dengan kunjungan bupati dan wakil bupati Sikka ke stand-stand yang ada.

“Kami memamerkan karya kompor berbahan bakar oli bekas, lampu hias dari gear rantai motor serta pembersih body sepeda motor dari campuran bahan oli bekas,mama lemon dan shampoo sunslik,” sebut Ifison, Guru Teknik Kendaraan Ringan,SMK Budi Luhur Maumere, Jumat (2/5/2025).

Ifison menyebutkan, banyak pengunjung yang tertarik menyaksikan karya kompor berbahan bakar oli bekas yang dipamerkan karena praktis dan menggunakan bahan bakar yang murah dan mudah didapat.

Ia mengatakan, kompor berbahan bakar oli bekas ini diciptakan setelah melihat banyak olei bekas di bengkel-bengkel kendaraan bermotor di Kota Maumere yang tidak terpakai dan kerap dibuang.

“Kami terinspirasi setelah melihat banyak oli bekas di bengkel-bengkel kendaraan bermotor di Kota Maumere yang dibuang. Akhirnya kami menciptakan kompor ini sehingga bisa memanfaatkan oli bekas yang ada,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua KWI: Uskup Petrus Turang Tak Pernah Mencari untuk Dirinya

Risman Gonsales siswa kelas X Jurusan Otomotif Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Budi Luhur menambahkan,setelah melakukan survey para siswa pun mulai merakit kompor berbahan bakar olie bekas.

Risman menyebutkan, dirinya bersama 6 teman lainnya yang tergabung dalam kelompok kerja pun mulai mencari referensi dan bahan untuk pembuatan kompor berbahan bakar oli bekas ini.

“Sebenarnya agak susah juga mengerjakannya namun kami terus berusaha membuat sketsa hingga kompor berbahan bakar oli bekas ini selesai dikerjakan dan dipamerkan,” ungkapnya.

Risman mengakui selama 2 bulan dia bersama para siswa dan guru TKR merakit kompor berbahan bakar oli bekas ini yang terlihat simpel dan mudah dalam mengoperasikannya.

Ia mengatakan, banyak pengunjung yang memesannya termasuk Bupati Sikka saat mengunjungi dan melihat langsung pengoperasian kompor berbahan bakar oli bekas ini di stand SMK Budi Luhur Maumere.

“Tadi banyak yang pesan sehingga kami akan membuatnya lagi untuk dipasarkan kepada masyarakat.Semoga bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha,” ungkapnya.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago saat mengunjungi stand pameran karya siswa SMK Budi Luhur mengaku tertarik dengan karya yang inovatif ini dan meminta agar produksinya diperbanyak.

Baca Juga :  Waspada Jadi Korban  Penjualan Organ Tubuh, Imigrasi Labuan Bajo Ingatkan Penipuan  Iklan Loker di Medsos

Juventus juga berpesan agar dipasarkan ke masyarakat luas mengingat kompor ini mudah dioperasikan dan bahan bakarnya mudah diperoleh dan murah sehingga bisa menekan biaya pengeluaran rumah tangga.

“Nanti diperbanyak dan dipasarkan secara luas ke masyarakat agar bisa dipergunakan.Ini sebuah karya yang sederhana dan kreatif serta sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Kompor berbentuk segi empat ini sekilas mirip kompor berbahan bakar minyak tanah dengan sebuah tabung bulat di tengahnya untuk menampung oli bekas yang disalurkan melalui sebuah pipa.

Terdapat sebuah pipa lagi yang dihubungkan dengan blower untuk menyalurkan angin dan terhubung dengan sebuah alat kontrol untuk mengatur besar kecilnya nyala api.

Oli dimasukan ke cerobong berbentuk bulat lalu dialirkan melalui pipa ke kompor dan sebelum dipakai olinya harus dipanaskan terlebih dahulu selama sekitar 10 menit.

Kompor berbahan bakar oli bekas ini dijual dengan harga Rp1 juta per unitnya dan bisa langsung dipergunakan setelah mendapatkan petunjuk pengoperasiannya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Disarpus Sikka Lakukan Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan di Koting
Tekan Kasus Kematian Pasien DBD–Dinkes Sikka Keluarkan Rekomendasi untuk Puskesmas
Selama Tahun 2025, Arus Penumpang dan Barang di Pelabuhan Laurens Say Maumere Meningkat
Pelindo Maumere Harapkan Tahun 2026 Kapal Penumpang Sudah Sandar di Dermaga Empat
PAW Anggota DPRD Ende, Thomas Aquino: ‘Saya Siap Satu Ritme dengan Rekan-Rekan
Pengamat Hankam Valens Daki-Soo–‘Penguatan Militer Harus Dibarengi Peningkatan Ekonomi dan Diplomasi’
Empat Warga Kalo Reok Barat Temukan Jenazah Siswa yang Tenggelam di Air Terjun Tiwu Pai
ASN PPPK Paruh Waktu Guru dan Nakes di Manggarai Timur Terima SK–Ini Rincian Gajinya
Berita ini 131 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 19:41 WITA

Disarpus Sikka Lakukan Monitoring dan Evaluasi Perpustakaan di Koting

Senin, 19 Januari 2026 - 19:24 WITA

Tekan Kasus Kematian Pasien DBD–Dinkes Sikka Keluarkan Rekomendasi untuk Puskesmas

Senin, 19 Januari 2026 - 19:02 WITA

Selama Tahun 2025, Arus Penumpang dan Barang di Pelabuhan Laurens Say Maumere Meningkat

Senin, 19 Januari 2026 - 17:36 WITA

PAW Anggota DPRD Ende, Thomas Aquino: ‘Saya Siap Satu Ritme dengan Rekan-Rekan

Senin, 19 Januari 2026 - 16:38 WITA

Pengamat Hankam Valens Daki-Soo–‘Penguatan Militer Harus Dibarengi Peningkatan Ekonomi dan Diplomasi’

Berita Terbaru

Opini

Rasio vs Emosi: Menyikapi Narasi “Darurat 7 Hari”

Senin, 19 Jan 2026 - 21:58 WITA