ENDE, FLORESPOS.net-Lembaga pendidikan SMAK Syuradikara Ende, NTT, menggelar kegiatan panen karya proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5) implementasi kurikulum merdeka belajar di sekolah, Sabtu (17/6/2023) pagi.
Pada kegiatan ini siswa kelas X menampilkan tarian dan lagu dari berbagai etnis di NTT dan juga pameran hasil karya siswa seperti makanan lokal serta karya kerajinan tangan.
Salah satu tarian dibawakan siswa-siswi SMAK Syuradikara yaitu tarian legendaris garuda pancasila yang diciptakan oleh Yakobus Mbete. Tarian ini baru dipentaskan lagi oleh siswa SMAK Syuradikara di acara ini setelah 22 tahun.
Menurut Kasim Mbete, salah seorang pelaku pelestarian Tarian Garuda mengatakan tarian ini berkisah tentang perjuangan dan proses Bung Karno mengkristal nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam lambang burung Garuda dan Pancasila.
Tarian ini juga mengisahkan tentang Bung Karno yang hidup berdampingan dengan masyarakat Ende dan belajar toleransi dengan masyarakat lokal. Selain itu, gerak dan pesan dalam tarian ini juga berkaitan dengan sila-sila pancasila.
Sejarah ini menginspirasi seorang guru bernama Yakobus Mbete dan kemudian menciptakan tarian ini pada tahun 1970 di Dusun Mbomba Desa Gheogoma Ende.
Tarian ini dipentaskan pertama pada tahun 1971 di Lapangan Roket, sekarang Taman Tenun Ikat oleh gadis-gadis Mbomba.
Tarian ini kemudian dipentaskan lagi pada peringatan Hari Aksara di Moni tahun 1989 dan dipentaskan ketiga di Ndetundora pada tahun 1991.
Tarian Garuda Pancasila dipentaskan lagi pada tahun 2001 oleh penerus Yakobus Mbete, yaitu Kasim Mbete di aula Universitas Flores.
Setelah 22 tahun kemudian, tarian ini baru dipentaskan kembali oleh siswa-siswi SMAK Syuradikara dalam kegiatan P5. Tarian ini sangat relevan dengan kegiatan dan kurikulum Merdeka Belajar.
Kasim menyampaikan terima kasih kepada lembaga pendidikan SMAK Syuradikara yang telah memilih Tarian Garuda dalam proyek P5 di sekolah.
Menurutnya, ini adalah bagian dari pelestarian kekayaan budaya lokal yang nyaris hilang.
Ia berharap kedepannya pada iven apa pun tarian ini ditampilkan karena sangat tepat dengan Kota Ende sebagai Rahim Pancasila.
Kepala SMAK Syuradikara Ende, Pater Stefanus Sabon Aran, SVD mengatakan kegiatan ini adalah puncak dari implementasi kurikulum merdeka belajar dalam hal adalah P5.
SMAK Syuradikara sudah menerapkan kurikulum merdeka belajar jalur mandiri sejak tahun lalu pada kelas X. Ada tiga tema yang diterapkan oleh Syuradikara yaitu gaya hidup berkelanjutan, kewirausahaan dan kearifan lokal.
“Tujuannya agar melahirkan siswa yang berkarakter, mandiri, kreatif dan belajar bergotongroyong,” katanya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Ende yang juga Ketua Ikatan Alumni Syuradikara (IAS), Kanis Se, Korwas SMA/MA, SMAK, Farah Aroeboesman, Kepala SMA se Kabupaten Ende, Kepala SMP dan orangtua siswa.*
Penulis: Willy Aran / Editor: Wentho Eliando










