70 Calon Guru Penggerak Angkatan IX di Ngada Lokakarya Panen Hasil - FloresPos Net

70 Calon Guru Penggerak Angkatan IX di Ngada Lokakarya Panen Hasil

- Jurnalis

Senin, 29 April 2024 - 15:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Sebanyak 70 orang Calon Guru Penggerak (CGP) yang terdiri dari guru SD, SMP dan SMA di Kabupaten Ngada angkatan ke-9 melaksanakan kegiatan lokakarya 7 panen hasil, di Auditorium John Thom Bajawa, Sabtu (27/4/2024).

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada Elisius Kletus Watungadha didampingi Hanvle Kaseh Perwakilan dari Balai Guru Penggerak Provinsi NTT.

Hanvle Kaseh Perwakilan dari Balai Guru Penggerak Provinsi NTT yang juga merupakan Arsiparis Penyelia pada balai tersebut mengatakan program PGP sebagai bagian dari rangkaian kebijakan Merdeka belajar di mana didesain untuk mempersiapkan guru-guru terbaik menjadi pemimpin pembelajaran.

Melalui berbagai aktivitas pembelajaran para kandidat pemimpin melayani diharapkan dapat memiliki kompetensi dalam pengembangan diri dan orang lain.

Harapannya agar mereka selain nantinya menjadi pemimpin unggul juga dapat menjamin mutu pendidikan di satuan pendidikan dimana keberpihakan pada murid selalu menjadi orientasi utama.

Selama mengikuti program pembelajaran guru penggerak seorang guru tetap menjalankan perannya di sekolah yang sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh.

Balai Guru Penggerak Provinsi NTT mengelola program PGP angkatan 9 tahun 2 model yaitu PGP reguler di 21 Kabupaten/Kota dengan jumlah peserta hingga luka karya 7 ini sebanyak 1171 Calon Guru Penggerak dan dengan jumlah fasilitator sebanyak 87 orang dan Pebgajar Praktek sebanyak 229 orang.

Baca Juga :  Bupati Ngada Serahkan SK Pengelolaan Hutan Desa Inerie--Memaksimalkan Hasil Pertanian dan Perkebunan

Ada pula PDP daerah khusus di Kabupaten Sumbawa Tengah dengan jumlah peserta hingga saat ini sebanyak 23 CGP dengan fasilitator sebanyak 3 orang.

Selanjutnya kegiatan PGP adalah lokakarya 7 yaitu penghasil pelajar yang bertujuan agar cgv dapat menjelaskan proses yang dialami dan praktik yang baik yang didapatkan dalam mengembangkan program yang berdampak pada murid.

Selain itu pula melaksanakan kegiatan kelas berbagi yakni menyampaikan pokok-pokok pikiran yang diperoleh selama kegiatan dan disampaikan secara pleno.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada Elisius Kletus Watungadha dalam sambutannya mewakili Bupati Ngada Andreas Paru mengatakan sebagai guru penggerak maka perlu adanya kepekaan terhadap situasi yang terjadi di lembaga pendidikan.

Sebagai seorang guru penggerak harus bergerak hati terhadap situasi peserta didik dengan sebuah semboyan Ramah Anak, Ramah Guru.

Ruang komunikasi antara siswa dan guru akan terjadi bila seorang guru ramah terhadap anaknya dan tentunya berdampak pada proses pembelajaran.

Baca Juga :  Umat Lintas Agama Perkokoh Toleransi di Momen Tablo Jalan Salib ke Bukit Wae Selung Reok

Platform Merdeka Belajar harus sungguh-sungguh dimaknai oleh seorang guru penggerak.

Dirinya juga membacakan komitmen Pemerintah daerah Kabupaten Ngada yang memberikan dukungan bagi pelaksanaan program guru penggerak.

Hal ini penting karena program guru penggerak bertujuan menghasilkan guru yang berperan dan menggerakkan komunitas belajar.

Selanjutnya disampaikan bahwa semua kegiatan guru penggerak bermuara kepada siswa.

Dirinya memberikan motivasi kepada  guru penggerak di Kabupaten Ngada yang saat ini berjumlah 148 orang juga Calon Guru Penggerak selain sebagai pemimpin pembelajaran juga untuk mendapatkan guru atau kepala sekolah yang terbaik dan memenuhi syarat.

Kebijakan bahwa guru penggerak depan diberikan ruang dan prioritas untuk menjadi kepala sekolah, pengawas sehingga pemimpin-pemimpin sekolah generasi berikutnya adalah pemimpin yang benar-benar berkualitas dan telah ada sejumlah nama guru penggerak yang akan dilantik menjadi kepala sekolah maupun pengawas.

Selain calon guru penggerak, kegiatan itu juga dihadiri oleh sejumlah kepala sekolah, Ketua PGRI Kabupaten Ngada yang juga adalah mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngada Vinsensius Milo dan komunitas pendidikan lainnya. *

Penulis: Wim de Rozari I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Bupati Sikka Minta Koperasi Desa Merah Putih Jangan Jadikan Simpan Pinjam Sebagai Prioritas
Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat
Wakil Menteri Pariwisata Berkunjung ke Detusoko-Ende, Nando Watu: Kita Tangkap Momentum
Pemkab Ende Gelar “PESTA” Sambut Harla Pancasila, Jadi Momentum Perkuat Persatuan
Bupati Juventus Ajak KKSS Merawat Toleransi dan Bersama Membangun Kabupaten Sikka
Hewan Kurban di KKSS Sikka Alami Peningkatan 300 Persen
SMA Negeri 1 Nangapanda Ukir Sejarah di Hari Raya Idul Qurban
Sop Sapi Rasa Ayam (Diskusi Sekenanya)
Berita ini 108 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:24 WITA

Bupati Sikka Minta Koperasi Desa Merah Putih Jangan Jadikan Simpan Pinjam Sebagai Prioritas

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:04 WITA

Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:12 WITA

Pemkab Ende Gelar “PESTA” Sambut Harla Pancasila, Jadi Momentum Perkuat Persatuan

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:53 WITA

Bupati Juventus Ajak KKSS Merawat Toleransi dan Bersama Membangun Kabupaten Sikka

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:21 WITA

Hewan Kurban di KKSS Sikka Alami Peningkatan 300 Persen

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Idul Adha dan Harmoni Kehidupan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:27 WITA

Desa Kita

Sehat, 119 Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:04 WITA