Oleh: Apol Sukardi
HAMPIR dua tahun menjalani kehidupan di hunian sementara (Huntara) setelah terdampak erupsi Gunung Lewotobi, warga pengungsi di Desa Konga, Kabupaten Flores Timur, terus berupaya membangun kehidupan yang produktif.
Salah satunya dilakukan Kelompok Binaan Peten Lewo melalui budidaya semangka di lahan sekitar Huntara. Buah yang ditanam sejak pertengahan Juni 2026 itu akhirnya dipanen untuk pertama kalinya pada Rabu (26/8/2026).
Panen perdana tersebut dilakukan bersama Tim Penyuluh Agama Katolik Peduli Pengungsi Lewotobi Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur. Kegiatan itu disambut gembira oleh anggota kelompok karena menjadi hasil nyata dari usaha mereka selama lebih dari dua bulan.
Warga terdampak erupsi mulai menempati Huntara sejak November 2024. Dalam situasi yang masih jauh dari kehidupan normal, kegiatan bercocok tanam menjadi salah satu cara warga menjaga produktivitas sekaligus membuka peluang ekonomi.
Ketua Kelompok Binaan Peten Lewo, Andreas Tobi, mengatakan panen perdana semangka memberikan kebahagiaan sekaligus pengalaman baru bagi anggota kelompok.
“Panen ini membuat anggota kelompok bergembira. Hasil yang kami dapatkan menjadi pengalaman untuk terus belajar dan memperbaiki cara pemeliharaan tanaman,” ujar Andreas.
Menurut dia, proses budidaya semangka tidak selalu berjalan mudah. Kelompok menghadapi sejumlah kendala dalam pemeliharaan tanaman, termasuk pengendalian hama. Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan tanaman pada masa mendatang.
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










