JAKARTA, FLORESPOS.net-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, sampai Selasa (25/8/2026) pukul 17.00 Wita, terdapat 103 korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan M7,7 yang melanda Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Saat ini kami mencatat ada penambahan tiga jiwa meninggal sehingga jumlah korban jiwa menjadi 103 korban,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam pers rilis secara daring, Selasa (25/8/2026).
Berton merincikan, korban meninggal berdasarkan jenis kelamin terdiri atas 55 persen laki-laki dan 45 persen lainnya perempuan.
Berikut jumlah korban jiwa terdampak gempa bumi di NTT berdasarkan wilayah sampai Selasa (25/8/2026) pukul 16.00 WIB:
– Kabupaten Manggarai: 41 jiwa
– Kabupaten Manggarai Timur: 34 jiwa
– Kabupaten Nagekeo: 13 jiwa
– Kabupaten Sikka: 6 jiwa
– Kabupaten Ngada: 5 jiwa
– Kabupaten Ende: 2 jiwa
– Kabupaten Manggarai Barat: 1 jiwa.
“Ada penambahan korban luka-luka sebanyak 63 orang sehingga total jumlah korban luka-luka sebanyak 1.666 orang,” sebut Berton.
Adapun berdasarkan catatan BMKG, terdapat gempa susulan sebanyak 7.029 kali hingga Rabu (26/8/2026) sejak gempa berkekuatan M7,7 melanda Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026).
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama mengatakan, jumlah tersebut tercatat berdasarkan pemantauan hingga pukul 05.00 Wita dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,0,
Dari 7.092 gema susulan tersebut, sebanyak 33 gempa memiliki magnitudo lebih dari 5,0 sedangkan 143 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat dimana sebagian besar aktivitas gempa susulan terjadi di wilayah laut utara Flores.
“Sebagian besar di laut utara Flores karena memang segmen sumber gempanya ada di sana.Meski gempa susulan masih terjadi, kami melihat adanya tanda-tanda penurunan aktivitas kegempaan,” ungkapnya.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bersumber dari pihak berwenang.
Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi mengenai aktivitas gempa melalui kanal resmi BMKG. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










