Sementara itu, Penyuluh Agama Katolik Kemenag Flores Timur, Samuel Hajon, mengatakan hasil panen sangat ditentukan oleh proses perawatan tanaman.
“Perawatan maksimal berpengaruh terhadap hasil. Pemupukan harus tepat dan pemberantasan hama juga harus dilakukan,” kata Samuel.
Tanaman semangka tersebut mulai dibuat pembibitan pada pertengahan Juni 2026. Sejak saat itu, anggota kelompok melakukan pemeliharaan hingga tanaman menghasilkan buah dan siap dipanen.
Panen perdana kemudian menjadi kesempatan bagi anggota kelompok dan Tim Penyuluh Peduli Pengungsi Lewotobi untuk melakukan sharing mengenai proses budidaya.
Mereka membicarakan teknik pemeliharaan semangka, mulai dari pemupukan hingga pengendalian hama, sekaligus berbagai kendala yang ditemui selama masa pertumbuhan tanaman.
Tidak hanya soal produksi, pembahasan juga menyentuh persoalan pemasaran. Kelompok mulai memikirkan bagaimana hasil pertanian dapat dipasarkan dengan baik sehingga kegiatan tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi anggota.
Bagi warga yang telah hampir dua tahun tinggal di Huntara, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk tetap produktif dan membangun kemandirian.
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










