Lahan di sekitar Huntara yang sebelumnya menjadi ruang terbatas, kini dimanfaatkan untuk menanam sesuatu yang dapat dipanen.
Semangka yang dipetik pada panen perdana itu menjadi simbol sederhana dari proses tersebut: setelah melalui masa menunggu, merawat, dan menghadapi berbagai kendala, warga akhirnya dapat menikmati hasil dari tanah yang mereka garap.
Tim Penyuluh Peduli Pengungsi Lewotobi Kemenag Flores Timur pun terus mendampingi kelompok dalam mengembangkan kegiatan produktif sebagai bagian dari upaya membantu warga terdampak bencana melewati masa tinggal di Huntara. *
Penulis adalah Penyuluh Agama Katolik pada Kemenag Flotim-NTT
Editor : Wall Abulat










