ENDE, FLORESPOS.net-Logistik bantuan untuk warga Kabupaten Ende yang terdampak bencana gempa bumi terus mengalir ke posko tanggap darurat bencana di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ende.
Saat ini logistik seperti sembako, barang kebutuhan pokok, tenda, terpal dan bahan lainnya terlihat menumpuk di kantor BPBD yang dijadikan posko tanggap darurat bencana.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Ende, Marselus E. Meta kepada wartawan, Jumat (21/8/2026) mengatakan bantuan logistik ke posko tanggap darurat masuk sejak 17 Agustus 2026.
Logistik yang masuk ke posko berasal dari 23 entitas yaitu pemerintah dan pelaku usaha.
“Informasi kepada masyarakat Kabupaten Ende bahwa di Posko BPBD Ende kami telah menerima logistik sejak hari ketiga pasca gempa. Logistik yang masuk berasal dari 23 entitas dari unsur pemerintahan dan pelaku usaha,” katanya.
Sejak masuk ke posko tanggap darurat logistik bantuan dari pemerintah dan pelaku usaha sudah didistribusikan ke warga terdampak melalui pemerintah kecamatan.
“Sampai hari ini hampir seluruh logistik yang masuk kita distribusikan kepada masyarakat terdampak. Distribusi itu melalui pemerintah kecamatan”.
Kalak BPBD Ende menjelaskan logistik yang saat ini terlihat menumpuk di gudang karena baru masuk.
“Ini ada yang baru masuk di posko maka terlihat menumpuk di gudang. Target kita gudang harus kosong tetapi bukan asal didistribusikan. Kita distribusikan betul- betul menyentuh warga terdampak berdasarkan data yang disampaikan oleh camat dan kades”, kata Sil Meta.
Ia juga menyampaikan kendala yang dihadapi dalam pendistribusian logistik ke warga terdampak. Kendala pertama yaitu up date data dari desa dan kecamatan serta masuknya logistik yang secara bergelombang.
“Persoalan pertama itu adalah up date data dan kemudian masuknya logistik yang secara perlahan dan bergelombang. Jika hari ini Bulog cairkan beras cadangan pemerintah sebanyak 17 ton maka kita panggil seluruh camat untuk distribusikan”.
Terkait dengan data dampak gempa dan pendistribusian logistik pemerintah akan menggelar rapat koordinasi. Rapat kordinasi ini akan dihadiri oleh para camat untuk finalisasi data dampak bencana.
“Data yang ada sekarang masih jauh dari realita dan Bupati sudah perintahkan hari ini, (Jumat 21/8/2026) pukul 18.00 wita kita gelar Rakor bersama camat untuk kunci data sebelum diajukan dana siap pakai dari pusat. Kendala pendataan itu ada di desa maka kita harapkan hari ini dengan rapat koordinasi bisa diselesaikan”.
Saat ini kebutuhan utama masyarakat terdampak adalah sembako, tenda keluarga dan selimut.
“Untuk sembako kita tunggu beras dari Bulog sebanyak 17 ton agar dijadikan satu paket untuk didistribusikan ke masyarakat”.
Berdasarkan data yang dilaporkan BPBD Ende, warga Ende yang terdampak sebanyak 3.372 orang, meninggal dua orang, luka berat lima orang, luka ringan 67 orang dan mengungsi 3.298.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando









