Duka di Aeramo, Nagekeo: Oma Kristina Dagomes Meninggal Akibat Syok, Jenazah Terbaring di Teras Rumah yang Rusak - FloresPos Net

Duka di Aeramo, Nagekeo: Oma Kristina Dagomes Meninggal Akibat Syok, Jenazah Terbaring di Teras Rumah yang Rusak

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Gempa bumi tidak hanya merobohkan dinding dan atap rumah. Ia juga merenggut nyawa secara perlahan. Itulah yang dialami Kristina Soldina Dagomes (68), warga Kampung Ekoae, RT 29, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Almarhumah meninggal dunia pada Rabu (19/8/2026) malam di RSUD Aeramo akibat syok dan drop kondisi setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Lebih pilu lagi, saat jenazah dipulangkan ke rumah, keluarga terpaksa membaringkannya di teras depan rumah. Sebab sebagian dinding rumah sudah roboh dan retak berat pascagempa.

Dari Stroke Ringan Hingga Drop Karena Syok Gempa

Menurut suami almarhumah, Opa Domi, sebelum gempa istrinya memang memiliki riwayat stroke ringan. Namun kondisinya masih bisa beraktivitas di rumah.

“Istrinya saya awalnya sakit stroke ringan. Tambah dia kaget gempa pada Sabtu (15/8) lalu. Almarhum drop pada Minggu (16/8) lalu Minggu sore diantar ke RSUD Aeramo,” ujar Opa Domi saat ditemui di kediamannya, Rabu (19/8/2026) malam.

Baca Juga :  Pemda Nagekeo Buka 674 Formasi PPPK Tahun 2023

Guncangan hebat dan suara gemuruh saat gempa membuat kondisi Kristina memburuk. Tekanan darah naik-turun, nafsu makan hilang, dan tubuhnya melemah.

Setelah 3 hari dirawat, almarhumah menghembuskan napas terakhir di RSUD Aeramo.

Jenazah Terbaring di Teras Karena Rumah Rusak

Duka keluarga belum selesai. Saat jenazah tiba di rumah duka, keluarga menghadapi kenyataan pahit. Rumah tempat mereka tinggal selama puluhan tahun kini tidak layak huni. Bagian dinding ambruk, sebagian lain retak besar.

“Almarhum harus di baring di luar rumah, di teras rumah, karena sebagian dinding rumahnya sudah roboh dan sebagian pada retak,” kata Opa Domi dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  PT Taspen (Persero) Cabang Ende Berikan Suvenir kepada Pelanggannya

Media yang berada di lokasi menyaksikan suasana duka yang menyelimuti keluarga. Tangis bercampur rasa takut. Sebab hingga malam itu gempa susulan masih terus terjadi.

Keluarga tidak berani masuk ke dalam rumah. Peti jenazah pun diletakkan di teras, dialasi tikar terpal dan ditutup kain, diterangi lampu listrik.

Dalam isak tangisnya, Opa Domi menyampaikan kekecewaannya. Hingga jenazah istrinya disemayamkan, belum ada pihak dari pemerintah yang datang.

“Hingga saat ini Pemerintah Desa Aeramo dan Pemda Nagekeo tidak pernah mendatangi keluarga korban,” ujarnya.

Warga sekitar bahu-membahu membantu. Menyiapkan tenda darurat, memasak, dan menjaga agar prosesi pemakaman bisa berjalan meski dalam keterbatasan. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa
Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation
Pesan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa: Kita Hidup di Era Pergeseran Yang Sangat Cepat
Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia
Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026
Wisuda ke-28, Unipa Usung Tema Inspiring Change, Berkarya, Berinovasi dan Menginspirasi
Suara dari Bukit Fatima: Mgr Frans Kopong Tolak Proyek Geothermal dan Dorong Solusi Energi Alternatif untuk Flores-Lembata
Pesan Rektor Unipa Bagi 708 Wisudawan Wisudawati: Jangan Menjadi Sarjana Kertas
Berita ini 198 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:09 WITA

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:41 WITA

Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Pesan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa: Kita Hidup di Era Pergeseran Yang Sangat Cepat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:58 WITA

Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:09 WITA

Nusa Bunga

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:54 WITA