BAJAWA, FLORESPOS.net-Pemerintah Daerah (Pemda) sungguh menyadari bahwa upaya membangun daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Tetapi dibutuhkan kerja sama dan dukungan elemen masyarakat, termasuk Gereja, lembaga keagamaan, tokoh adat, lembaga pendidikan, kaum muda, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya.
“Kita membutuhkan Gereja yang terus hadir dalam membangun kehidupan umat yang beriman, sekaligus mendorong tumbuhnya masyarakat yang peduli terhadap pendidikan, kesehatan, kesejahteraan keluarga, pelestarian lingkungan, dan kemajuan sosial,” kata Bupati Ngada, Raymundus Bena.
Bupati Raymundus Bena menyampaikan itu dalam sambutan tertulis dibacakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Ngada Gerardus Reo perayaan syukur tahbisan imamat RP. Fransiskus Carli Kau, SVD di Paroki St Fransiskus dan St Clara Aimere pada Jumat (16/10/2026).
Bupati Ngada mengatakan Pemda juga membutuhkan peran para imam dan pimpinan agama untuk terus menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, toleransi dan kepedulian.
“Kita juga membutuhkan peran para imam dan pemimpin agama untuk terus menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama,” tambah Bupati Ngada.
Bagi Bupati, nilai-nilai itu sangat penting dalam membentuk masyarakat yang tidak hanya maju secara material, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
Sebab, kemajuan suatu daerah akan memiliki makna yang lebih besar apabila didukung oleh masyarakat yang berkarakter, saling menghargai, serta memiliki semangat untuk bekerja bersama demi kebaikan bersama.
Bupati Ngada bilang, Pemerintah Kabupaten Ngada memiliki visi untuk mewujudkan masyarakat Ngada yang unggul, mandiri, dan berbudaya, berbasis pengelolaan sumber daya manusia yang berkualitas dan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Visi itu tidak dapat diwujudkan hanya melalui program dan kebijakan pemerintah. Diperlukan keterlibatan masyarakat, termasuk Gereja untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas, memperkuat nilai-nilai budaya, serta membentuk generasi muda yang memiliki iman, karakter, kreativitas, dan daya saing.
Karena itu, Bupati Ngada berharap Gereja terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membina generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai perilaku negatif. Tetapi mampu mengembangkan potensi diri, meningkatkan pendidikan, memanfaatkan teknologi secara bijaksana, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Bupati juga mengharapkan agar hubungan yang harmonis antara pemerintah dan seluruh lembaga keagamaan terus dipelihara dan diperkuat. Kerukunan antarumat beragama merupakan modal sosial yang sangat penting bagi pembangunan Kabupaten Ngada.
“Perbedaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekayaan yang harus kita rawat bersama dalam semangat toleransi, persaudaraan, dan saling menghormati,” tandasnya.
Profisiat kepada Imam Baru
Sebagaimana diketahui, RP Fransiskus Carli Kau, SVD merupakan 1 dari 12 imam baru yang menerima tahbisan imamat pada 10 Oktober 2026 di Seminari Tinggi St Paulus Ledalero, Maumere.
Pentahbisan dipimpin oleh Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus. Setelah tahbisan imamat, RP Fransiskus Carli Kau, SVD mendapat tugas di tanah misi Inggris.
RP Fransiskus Carli Kau SVD merupakan buah kasih dari Bapak Thadeus Embu dan Ibu Erwin Say.
Kepada RP Fransiskus Carli Kau SVD, Bupati Ngada Raymundus Bena menyampaikan proficiat atas rahmat tahbisan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Ngada, saya menyampaikan selamat dan proficiat kepada RP. Fransiskus Carli Kau, SVD, atas rahmat tahbisan imamat yang telah diterima,” katanya.
“Ini bukan saja kebanggaan keluarga semata tetapi juga masyarakat dan pemerintah daerah yang mendukung penuh kehidupan beragama di tanah Ngada,” kata Bupati Ngada.
Bupati Ngada berharap agar kehadiran RP Fransiskus Carli Kau, SVD dalam karya pelayanan Gereja nanti dapat memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan umat dan masyarakat.
“Semoga pater menjadi gembala yang dekat dengan umat, mampu mendengarkan persoalan mereka, memberikan bimbingan yang meneguhkan, serta menginspirasi masyarakat untuk terus berbuat baik dan mengambil bagian dalam pembangunan,” tutupnya. *
Penulis : Wim de Rosari
Editor : Wentho Eliando










