BAJAWA, FLORESPOS.net-Bupati Ngada, Raymundus Bena, Senin ( 22/4/2026) membuka pelatihan pendampingan anak dan pencegahan kekerasan serta perilaku menyakiti diri sendiri bagi guru-guru dan nakes di Kecamatan Jerebuu, yang diprakarsai oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Ngada.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Paroki Paulo Gentium Apostolo Jerebuu, dan diikuti oleh ketua serta seluruh anggota PKK Kabupaten Ngada, para perangkat kecamatan dan desa, para guru serta para tenaga kesehatan di seluruh Kecamatan Jerebuu.
Pelatihan dan pendampingan adalah bagian dari upaya mengedukasi dan mengintervensi pertumbuhan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang selama ini terjadi di Kabupaten Ngada.
Menurut Blandina Mamo selaku Ketua TP PKK Kabupaten Ngada, anak sebagai masa depan bangsa seharusnya dipandang sebagai bagian penting yang tidak bisa terpisahkan dari agenda pembangunan bangsa.
Untuk itu melalui kegiatan ini, Blandina mengharapkan seluruh peserta bersama-sama, belajar memberikan edukasi kepada anak agar mampu mengenali, melindungi diri dan perasaan mereka, sehingga anak siap menjadi protector utama dan pertama bagi dirinya.
“Anak adalah investasi bangsa, yang harus dipandang sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan di Kabupaten Ngada. Untuk itu, kita semua wajib mempunyai pemahaman yang sama bahwa tugas ini bukan hanya menjadi tanggung jawab orang tua dan para guru, tapi butuh kerja sama semua pihak yang hidup disekitar anak. Saya sangat mengharapkan melalui kegiatan ini, kita mampu memberi edukasi kepada anak agar mampu menjadi protector utama dan pertama bagi dirinya,” katanya.
Dalam sambutannya, Bupati Ngada menegaskan bahwa rumah, sekolah dan lingkungan tempat anak bertumbuh seharusnya mampu menjadi tempat paling aman bagi anak.
“Orang tua adalah garda utama yang mengedukasi dan mendidik anak di rumah. Tapi jangan lupa, tumbuh kembang seorang anak butuh keterlibatan semua pihak, mulai dari orang tua, keluarga, para guru sampai pemerintah. Disini kita dituntut untuk mampu menjadikan rumah, sekolah dan lingkungan tempat anak hidup sebagai tempat yang nyaman dan aman untuk mereka tumbuh,” tegas Raymundus
Selain itu Bupati Raymundus menambahkan bahwa kekerasan terhadap anak harus dihindari karena dapat menciptakan efek traumatis kepada anak di masa depan.
Untuk itu pemerintah mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan sumber daya manusia Ngada yang berkualitas.
“Kekerasan pada anak hanya meninggalkan bekas traumatis pada anak di masa depan dan itu sangat berpengaruh kepada pengembangan dan perkembangan dirinya. Pemerintah sangat mendukung kegiatan seperti ini, karena anak yang berkualitas berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia Ngada di masa depan,” ungkapnya.*
Penulis : Wim de Rozari
Editor : Anton Harus










