KUPANG, FLORESPOS.net-Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Solidaritas Perempuan Flobamoratas menyelenggarakan Webiner dengan tema “Alarm Krisis Iklim: Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT”.
Tiga aktivis perempuan dihadirkan sebagai pembicara dalam webinar ini. Pembicara pertama, Magdalena Eda Tukan dari Koalisi Kopi, menyoroti situasi perempuan di Flores Timur dalam menghadapi krisis iklim.
Eda sapaannya menjelaskan bagaimana perempuan berperan penting dalam mengelola pangan dan menjaga keberlanjutan benih-benih lokal yang adaptif melalui pengetahuan serta praktik-praktik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Dirinya juga mengkritisi agenda transisi energi skala industri yang tengah berkembang di Pulau Flores.
“Pembangunan tersebut berpotensi mengancam ruang hidup perempuan karena berlangsung tanpa pelibatan yang bermakna dan partisipatif,” ungkap Eda dalam rilis WALHI NTT, Minggu (7/6/2026).
Eda mengatakan, kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat masyarakat Flores Timur, khususnya perempuan, masih berjuang untuk bertahan di tengah dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Ia menambahkan, dalam situasi krisis berlapis tersebut, perempuan menghadapi beban ganda, mulai dari memastikan ketersediaan pangan hingga memenuhi kebutuhan air bagi keluarga, sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan komunitas mereka.
Horiana Yolanda dari WALHI NTT menyoroti bagaimana NTT saat ini berada dalam cengkeraman krisis iklim yang semakin diperparah oleh ekspansi pembangunan ekstraktif.
Yolanda menjelaskan bahwa kondisi geografis NTT yang berada di kawasan Ring of Fire, terdiri atas pulau-pulau kecil, memiliki curah hujan yang rendah, serta didominasi bentang alam karst dan savana, menjadikan wilayah ini sangat rentan terhadap berbagai bencana ekologis, seperti kekeringan, banjir, tanah longsor, hingga krisis air.
“Namun, di tengah kerentanan tersebut, berbagai proyek pembangunan yang mengatasnamakan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi terus diperluas,” ungkapnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










