Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT - FloresPos Net

Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUPANG, FLORESPOS.net-Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Solidaritas Perempuan Flobamoratas menyelenggarakan Webiner dengan tema “Alarm Krisis Iklim: Perspektif Feminis atas Pembangunan, Transisi Energi, dan Masa Depan Ruang Hidup di NTT”.

Tiga aktivis perempuan dihadirkan sebagai pembicara dalam webinar ini. Pembicara pertama, Magdalena Eda Tukan dari Koalisi Kopi, menyoroti situasi perempuan di Flores Timur dalam menghadapi krisis iklim.

Eda sapaannya menjelaskan bagaimana perempuan berperan penting dalam mengelola pangan dan menjaga keberlanjutan benih-benih lokal yang adaptif melalui pengetahuan serta praktik-praktik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Dirinya juga mengkritisi agenda transisi energi skala industri yang tengah berkembang di Pulau Flores.

Baca Juga :  Gelar Pahlawan Nasional Herman Fernandez, Panitia Lokal Flores Timur Serahkan Tambahan Dokumen Pendukung

“Pembangunan tersebut berpotensi mengancam ruang hidup perempuan karena berlangsung tanpa pelibatan yang bermakna dan partisipatif,” ungkap Eda dalam rilis WALHI NTT, Minggu (7/6/2026).

Eda mengatakan, kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat masyarakat Flores Timur, khususnya perempuan, masih berjuang untuk bertahan di tengah dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.

Ia menambahkan, dalam situasi krisis berlapis tersebut, perempuan menghadapi beban ganda, mulai dari memastikan ketersediaan pangan hingga memenuhi kebutuhan air bagi keluarga, sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan komunitas mereka.

Baca Juga :  Ora Kole Beo, Ada Komodo Bernama Edistasius Endi-Bupati Manggarai Barat

Horiana Yolanda dari WALHI NTT menyoroti bagaimana NTT saat ini berada dalam cengkeraman krisis iklim yang semakin diperparah oleh ekspansi pembangunan ekstraktif.

Yolanda menjelaskan bahwa kondisi geografis NTT yang berada di kawasan Ring of Fire, terdiri atas pulau-pulau kecil, memiliki curah hujan yang rendah, serta didominasi bentang alam karst dan savana, menjadikan wilayah ini sangat rentan terhadap berbagai bencana ekologis, seperti kekeringan, banjir, tanah longsor, hingga krisis air.

“Namun, di tengah kerentanan tersebut, berbagai proyek pembangunan yang mengatasnamakan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi terus diperluas,” ungkapnya.

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende
Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’
John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah
Djafar Achmad Temui Direktur Utama PT Pelindo Bicara Soal Perhatian ke Pensiunan Pelabuhan se Indonesia
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WITA

Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:19 WITA

PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:37 WITA

Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’

Berita Terbaru

Opini

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WITA

Opini

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:10 WITA