Bupati Sikka Apresiasi Upaya Pelestarian Tenun Ikat oleh Balai Pelestarian Kebudayaan NTT - FloresPos Net

Bupati Sikka Apresiasi Upaya Pelestarian Tenun Ikat oleh Balai Pelestarian Kebudayaan NTT

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Balai Pelestarian Kebudayaan Nusa Tenggara Timur (BP Kebudayaan NTT) menyelenggarakan kegiatan “Workshop Kain Tenun Nusa Tenggara Timur di sanggar tenun ikat Lepo Lorun di Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Rabu tanggal 10 hingga Kamis 11 Juni 2026.

Bupati sikka Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi dan berterima kasih kepada Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI Provinsi NTT dan jajarannya dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka atas penyelenggaraan kegiatan ini.

“Kegiatan Ikat Tenun penting untuk dipelajari oleh semua kalangan masyarakat, karena mempunyai arti penting bagi nilai historis, makna dan estetikanya,” ujar Juventus Prima Yoris Kago.

Juventus menyebutkan, dari data yang dimiliki, Kabupaten Sikka dikenal luas sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan tenun ikat dengan motif dan corak yang kaya dan beragam.

Tercatat ada 52 Motif tenun ikat sudah masuk dalam perlindungan Hak kekayaan Intelektual, dengan di bentuknya MPIG (Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis) pada tahun 2015.

Baca Juga :  Idul Adha 1447 Hijriah di Sikka dan Pesan Menjaga Persatuan

“Keunikan kain tenun dengan corak, ragam hias atau mottif merupakan kekuatan budaya sekaligus potensi ekonomi kreatif yang sangat menjanjikan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Bupati Sikka mengharapkan agar kegiatan workshop yang telah dilakukan memiliki arti yang sangat penting, bukan hanya sebagai ruang belajar dan berbagi keterampilan, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat.

“Saya berharap melalui workshop ini, para peserta dapat memperdalam pengetahuan mengenai teknik menenun, pengembangan motif, pewarnaan alami, inovasi desain, hingga strategi pemasaran yang mampu meningkatkan nilai jual produk tenun ikat Sikka di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional,” ucapnya.

Sedangkan khusus Kepada generasi muda, Juventus mengajak untuk mencintai dan melestarikan tenun ikat sebagai bagian dari jati diri dan jangan sampai warisan budaya yang begitu berharga ini perlahan hilang karena kurangnya regenerasi.

“Justru di tangan generasi mudalah, tenun ikat Sikka dapat terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai dan identitas budayanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Momen Haru Wisuda Unipa, Rektor Minta Sang Ayah Pindahkan Tali Toga Anaknya

Juventus menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sikka tentu berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pelestarian budaya, penguatan kapasitas para penenun, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Ia mengatakan, pemerintah menginginkan tenun ikat Sikka tidak hanya dikenal sebagai produk budaya, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan workshop Tenun ikat selain dihadiri Bupati sikka Juventus prima Yoris Kago turut hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Mauritius Minggu serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI Provinsi NTT Haris Budiharto beserta staf.

Hadir juga perwakilan Dekranasda Kabupaten Sikka, Camat Nita, Kepala desa Nita , Ibu Alfonsa selaku nara sumber dan fasilitator Workshop Tenun Ikat Sikka, serta, Ibu-ibu para penenun Lepo Lorun Sikka serta utusan peserta didik siswi SMP dan SMA dari 21 kecamatan se-Kabupaten Sikka. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende
Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’
John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah
Djafar Achmad Temui Direktur Utama PT Pelindo Bicara Soal Perhatian ke Pensiunan Pelabuhan se Indonesia
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WITA

Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:19 WITA

PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:37 WITA

Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’

Berita Terbaru

Opini

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WITA

Opini

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:10 WITA