ENDE, FLORESPOS.net-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Kabupaten Ende, Venantius Minggu turun langsung ke SDN Wolomoni Desa Niowula Kecamatan Detusoko pasca polemik yang terjadi di sekolah itu terkait penggusuran lahan sekolah untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Venantius Minggu turun bersama beberapa staf ke sekolah itu, Rabu (10/6/2026) pagi. Saat tiba di sekolah Kadis PK Ende melihat langsung kondisi sekolah itu.
Venan Minggu juga melihat halaman bagian belakang sekolah yang sebelumnya hendak digusur untuk pembangunan gedung KDMP serta fondasi dan tiang yang dilaporkan rusak pekan lalu.
Usai meninjau lokasi sekolah, Kadis PK Ende menegaskan bahwa kondisi bangunan sekolah aman dan tidak seperti yang beredar di media sosial bahwa sekolah ini digusur atau dibongkar untuk KDMP.
“Kita turun langsung ke sekolah karena kita ingin pastikan keadaan atau kondisi di sekolah ini. Kondisinya aman dan tidak di gusur atau bongkar seperti yang viral di medsos”.
Venantius menegaskan tidak ada penggusuran atau pembongkaran sekolah ini demi pembangunan gedung KDMP.
Bahkan lahan milik sekolah yang berada di belakang bangunan yang sebelumnya direncanakan digusur untuk pembangunan gedung KDMP juga telah dibatalkan. Pemerintah desa dan pihak yang akan membangun gerai KDMP diminta untuk mencari lahan lain.
“Tidak ada penggusuran lahan milik sekolah apa lagi gedung sekolah untuk bangun KDMP. Saya tegaskan itu tidak benar. Soal lahan sudah dibatalkan berdasarkan rapat bersama pada 19 Mei 2026 lalu. Pemerintah desa cari lahan lain untuk KDMP”.
Kadis PK Ende juga mengatakan fasilitas sekolah yang rusak dan sempat heboh diberitakan dan viral di media sosial juga sudah diperbaiki.
“Sudah diperbaiki semua, yang mereka lakukan saat itu hanya melancarkan alat berat yang hendak masuk ke lokasi bukan berniat merusak dan gusur fasilitas sekolah”.
Kepala SDN Wolomoni, Yohanes Dua mengatakan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah berjalan seperti biasa atau tidak terpengaruh dengan polemik yang terjadi.
Ia juga menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial sangat keliru karena bukan sekolah yang akan digusur tetapi lokasi milik sekolah yang akan digusur untuk pembangunan gerai KDMP.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ende, Kepala Dinas PK Ende, Kepala Dinas Koperasi, DPRD Ende serta pemerintah desa dan tokoh adat di Desa Niowula serta semua pihak telah berkontribusi menyelesaikan polemik ini.
Ia menambahkan polemik ini telah berakhir karena telah diputuskan bersama lahan milik sekolah tidak digunakan untuk kepentingan pembangunan gedung KDMP.
“Semua sudah selesai maka tidak perlu dibesar-besarkan lagi. Ini akan mengganggu belajar mengajar di sekolah”.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










