MAUMERE, FLORESPOS.net-Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melaksanakan pembangunan rumah warga yang rusak berat akibat gempa Flores yang terjadi tanggal 15 Agustus 2026 lalu.
Untuk Kabupaten Sikka, semua data rumah rusak telah dilakukan verifikasi faktual dan sedang disiapkan Surat Keputusan By Name By Address (SK BNBA) sehingga pembangunannya bisa segera dilaksanakan.
“Kalau data rumah rusak berat tidak mungkin ada sanggahan sehingga data hasil verifikasi faktual ini menjadi pedoman awal untuk mempersiapkan kebutuhan materialnya oleh BNPB,” sebut Ketua Posko Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Flores Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, Jumat (25/9/2026).
Femmy sapaannya mengatakan, setelah dibuatkan SK BNBA maka akan diusulkan ke BNPB sehingga bisa menjadi dasar bagi BNPB untuk mengeluarkan pembiayaan pembangunan rumahnya.
Pelaksana Tugas Sekda Sikka ini menyebutkan kemungkinan besar rumah warga yang rusak berat di Pulau Palue akan dibangun terlebih dahulu karena jumlah rumah rusak beratnya paling banyak.
Sambil menunggu pembangunan Hunian Tetap (Huntap, BNPB akan membangun Hunian Sementara (Huntara) dimana ada Huntara yang hanya satu unit dan ada yang komunal atau beberapa unit sekaligus.
“Rumah rusak berat di Palue nanti mungkin akan dibangun terlebih dahulu. Tim dari BNPB sudah turun ke lokasi yang rusak berat itu untuk ambil data. Tinggal dari pemerintah saja yang harus lebih cepat proses datanya,” ungkapnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 Selanjutnya










