Femy menyebutkan, Huntapnya dibangun di lokasi rumah yang rusak tersebut oleh BNPB dengan ukuran yang sudah ditetapkan dan seragam sesuai pagu anggaran yang berkisar antara Rp70 juta sampai Rp80 juta per unitnya.
Menurut Femy, kendala data terjadi karena berita acara musyawarah belum semua kecamatan mengirimkan ke Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores Kabupaten Sikka untuk segera diproses.
Padahal kata dia, data ini kan harus kolektif sehingga untuk tahap pertama,warga yang menerima akan langsung dibuatkan SK nya sedangkan yang terlambat mengirimkan data akan dimasukan ke dalam tahap kedua.
“Terkait dengan fasilitas publik, perkantoran yang rusak itu, Pemda Sikka akan mengusulkannya ke kementrian terkait melalui dinas masing-masing untuk bisa dialokasikan anggarannya,” pungkasnya. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










