Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara - FloresPos Net

Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 10:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Gerakan melestarikan kopi lokal Endemik Flores yaitu Kopi Turajaji terus dipertahankan kelompok petani di Kabupaten Ende.

Salah satu gerakan yang dilakukan oleh petani yaitu melakukan penyemaian ribuan bibit Kopi Turajaji jenis Kolombia Merah, Kolombia Kuning dan Tipika oleh petani pada Selasa (22/9/2026) siang.

Kegiatan tersebut diawali dengan Launching dan Talk Show yang menghadirkan Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda dan seluruh stakeholder di pondok Coffe Mondi, Detubapa, Kecamatan Detusoko.

Tujuannya adalah membangun komitmen bersama antara pemerintah, stakeholder terkait dan petani untuk mengembangkan kopi ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan kemandirian pangan.

Kopi Turajaji (Kolombia Merah, Kolombia Kuning dan Tipika) dipertahankan dan harus dikembangkan karena kopi tersebut dibawa oleh misionaris dari ordo Domanikan pada enam ratus tahun lalu dan sudah adaptif dengan alam Flores, Kabupaten Ende.

Baca Juga :  Wim: Media Massa Berperan Penting Menyukseskan Pemilu 2024.

Saat ini kopi Turajaji masih tumbuh di sekitar pegunungan Kelimutu dan cenderung menurun maka dibutuhkan gerakan bersama untuk melestarikan kopi ini.

Ferdinandus Rega, Founder Istana Sehat berkomitmen melestarikan kopi Turajaji sudah menjadi bagian dari Ende- Flores.

Ferdinandus mengatakan saat ini kopi Turajaji telah dikirim ke delapan negara yaitu Amerika, Prancis, Jerman, Jepang, Korea, Singapura, Belanda dan Malaysia.

“Kita kolaborasi dengan teman- teman untuk bawa kopi Turajaji keluar dari daerah, tidak ada MoU, hanya saling percaya, gotong royong dan saling menghidupi dalam semangat Turajaji”.

Baca Juga :  Enam Koperasi Desa Merah Putih di Ende Sudah Beroperasi

Terkait dengan kegiatan persemaian, kata Ferdinandus, sebagai langkah untuk membangkitkan kembali gerakan menanam kopi endemik Flores dalam semangat Turajaji.

Semangat Turajaji adalah semangat cinta kaish yang mengandung nilai dasar yang dibangun yaitu saling mengajak, duduk bersama, saling mendengarkan, gotong royong dan saling menghidupi.

“Tahap ini kita semaikan dulu baru kita bagikan anakannya kepada petani dan lanjutkan dengan pendampingan hingga panen dan pengelolaan keuangan. Kita mulai dari 50 petani. Mereka akan menjadi contoh bagi yang lain”.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian
Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)
Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat
Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung
Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan
Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores
Pasca Gempa, Ratusan Warga Manggarai Barat Terserang Diare
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:14 WITA

Wabup Ngada Berni Dhey Harap Jaringan Irigasi Dapat Mendorong Peningkatan Produksi Pertanian

Rabu, 23 September 2026 - 11:02 WITA

Peringatan Hari Keadilan Ekologis 2026: Dari Tapak Untuk Keadilan Antargenerasi, Merawat Masa Depan NTT di Tengah Bencana Ekologi (1)

Rabu, 23 September 2026 - 10:38 WITA

Kopi Turajaji, Endemik Flores yang Wajib Dijaga dan Sudah Tembus ke 8 Negara

Selasa, 22 September 2026 - 21:00 WITA

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung

Selasa, 22 September 2026 - 19:46 WITA

Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat

Berita Terbaru